Türkİye, Dunia

Pasukan Turki bersihkan ranjau yang ditanam oleh milisi Haftar di Libya

Tentara Turki menjinakkan ranjau secara teliti agar masyarakat Libya dapat kembali ke rumah mereka dengan selamat

Muhammad Abdullah Azzam  | 17.06.2020 - Update : 17.06.2020
Pasukan Turki bersihkan ranjau yang ditanam oleh milisi Haftar di Libya Tentara Turki penjinak bom di Libya (Foto file - Anadolu Agency)

Trablus

Enes Canli, Mucahit Aydemir

TRIPOLI 

Unit pendeteksi bahan peledak tentara Turki menjinakkan ranjau yang ditanam oleh milisi Jenderal Khalifa Haftar di Tripoli, ibu kota Libya agar masyarakat setempat dapat kembali ke rumah mereka dengan selamat.

Tim Anadolu Agency memantau kegiatan tersebut di provinsi Salahaddin, 10 kilometer dari pusat kota Tripoli.

Ranjau darat dijinakkan oleh tim-tim yang berafiliasi dengan Angkatan Udara Turki.

Ranjau darat dan bahan peledak yang terbuat dari kawat khusus itu ditanam di sekitar rumah dan pintu permukiman warga, yang sangat sulit dideteksi.

Beberapa bom yang meledak memiliki dampak ledakan tinggi, yang digunakan di negara-negara bekas Soviet, kata para ahli.

Pasukan Turki bekerja lebih ekstra untuk mengamankan nyawa mereka sendiri, dan menjaga bangunan tetap utuh untuk warga sipil.

Tentara Libya juga menemukan ranjau anti-personil dan anti-tank tersembunyi di sebuah rumah.

- Tentara bayaran Wagner

Tentara bayaran dari perusahaan keamanan Rusia Wagner terpaksa harus mundur ke timur negara itu setelah dikalahkan di Tripoli.

Tentara bayaran Wagner telah meninggalkan dan memasang ranjau dan bahan peledak di rumah-rumah warga.

Sebuah tulisan penghinaan dalam bahasa Rusia terpampang di dinding sebuah rumah di wilayah Salahaddin. Salah satu di antaranya bertuliskan " Zenith Champion". Pasukan Libya juga menemukan sebuah buku yang diperkirakan milik tentara bayaran.

Rumah ini berisi banyak jejak tentara bayaran, termasuk dua ranjau yang ditanam di dapur. Salah satunya adalah ranjau anti-personil, dan lainnya adalah ranjau anti-tank, yang memiliki kekuatan besar untuk meratakan rumah itu dengan tanah, kata para pakar bom.

Yevgeny Prigozhin, pemilik perusahaan keamanan Wagner, dikenal dengan julukan "Chef" karena dia bertanggung jawab untuk catering di Istana Kremlin.

Perusahaan ini dikenal karena tentara bayaran dan kegiatan politiknya di Suriah, Ukraina, Libya dan negara-negara Afrika lainnya.

Nama Wagner diulangi cukup sering terutama dalam aneksasi ilegal Krimea oleh Rusia dan dukungan Moskow untuk gerakan separatis di Ukraina timur.

Menurut laporan PBB, lebih dari seribu tentara bayaran Wagner bekerja untuk Haftar.

- Ranjau darat Haftar merenggut 30 nyawa warga sipil

Dalam 10 hari terakhir, ranjau dan bahan peledak yang ditanam oleh milisi Haftar telah merenggut sedikitnya 30 nyawa warga sipil, melukai lebih dari 41 lainnya, menurut kantor media Operasi Gunung Berapi Kemarahan tentara Libya.

Pemerintah Libya mengatakan milisi Haftar menanam bahan peledak yang dilarang oleh perjanjian internasional di permukiman sipil, dan mereka harus didakwa dan "diadili dengan kejahatan perang".

Pemerintah Libya mengatakan milisi Haftar harus diselidiki "dengan kasus menanam bahan peledak, ranjau darat di daerah sipil, eksekusi dan penyiksaan".

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.