MOSKOW
Anggota parlemen Rusia pada Selasa menyerukan pencabutan moratorium hukuman mati menyusul serangan pekan lalu terhadap gedung konser di Moskow.
Berbicara pada sebuah sidang pleno majelis rendah di parlemen Rusia, Duma, Ketua Duma Vyacheslav Volodin mengatakan semua undang-undang yang diperlukan sudah ada dan keputusannya bergantung pada Mahkamah Konstitusi.
“Dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan pidana kita, belum ada yang menghapus hukuman mati. Ada putusan Mahkamah Konstitusi yang menunda penjatuhan hukuman tersebut. Oleh karena itu, tidak perlu ada referendum. Keputusan Mahkamah Konstitusi masalah ini saja sudah cukup,” tegas dia.
Volodin mencatat bahwa masalah ini muncul karena diskusi publik untuk memberi tahu masyarakat tentang situasi saat ini dan entitas apa yang bertanggung jawab untuk mengambil keputusan yang diperlukan.
“Tentunya setiap keputusan harus diambil dengan kepala dingin, setelah memperhitungkan segala konsekuensinya,” ujar dia.
Volodin menyoroti pertanyaan tersebut muncul dalam agenda rapat paripurna Duma Negara atas permintaan ketua fraksi.
Dia mengingatkan bahwa keputusan untuk memberlakukan moratorium hukuman mati diambil oleh Mahkamah Konstitusi sebagai pemenuhan kewajiban internasional kepada Dewan Eropa, dan mencatat bahwa sejak Rusia meninggalkan organisasi tersebut, tidak ada hambatan untuk mengingkarinya.
Seruan untuk mencabut moratorium hukuman mati dimulai setelah sedikitnya 139 orang tewas dan lebih dari 180 orang terluka pada 22 Maret ketika orang-orang bersenjata melepaskan tembakan di Balai Kota Crocus di Krasnogorsk, Moskow.
Komite Investigasi mengatakan pihaknya menahan 11 orang, termasuk empat pelaku, di wilayah perbatasan Bryansk, yang sedang dalam perjalanan ke Ukraina.
Pengadilan Distrik Basmanny Moskow pada Minggu malam mendakwa keempat pelaku dengan tuduhan terorisme dan menyetujui penahanan pra-sidang mereka hingga 22 Mei.
Berbicara di Forum Hukum Internasional St. Petersburg pada Juni 2022, ketua Mahkamah Konstitusi Rusia Valery Zorkin mengatakan kembalinya hukuman mati di Rusia hanya dapat terjadi jika konstitusi baru diadopsi.
Mahkamah Konstitusi Rusia melarang hukuman mati pada tahun 1999 dan menegaskan keputusannya pada 2009.
Hukuman mati terakhir di Rusia dilaksanakan pada 1996. Nama orang yang dieksekusi tidak diumumkan secara resmi, namun menurut laporan media, pembunuh berantai Sergey Golovkin ditembak karena menyiksa dan membunuh 11 anak laki-laki secara brutal antara tahun 1986 dan 1992.
news_share_descriptionsubscription_contact
