Chandni
04 April 2018•Update: 04 April 2018
Mahmud Geldi
RIYADH
Organisasi Kerja sama Islam (OKI) mengecam penggunaan kekerasan secara "sembarangan" oleh pasukan India, yang membunuh setidaknya 17 warga Kashmir pada Minggu.
Melalui sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin, Sekretaris Jenderal OKI Yousef bin Ahmed al-Othaimeen mendesak komunitas internasional agar "memainkan peran sepatutnya untuk mendukung solusi yang adil dan abadi untuk masalah Kashmir".
Solusi itu, menurut pernyataan tersebut, harus sesuai dengan "resolusi OKI dan PBB yang relevan dan cocok dengan aspirasi warga Kashmir".
Al-Othaimeen juga menyerukan agar India membolehkan penyelidikan pencarian fakta oleh OKI masuk ke wilayah Jammu-Kashmir.
"Sekretaris jenderal juga menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan menyemangati korban luka agar segera membaik," lanjut pernyataan itu.
Kashmir, wilayah Himalaya dengan mayoritas peduduk Muslim, terbagi menjadi area yang diduduki India dan Pakistan, serta sebagian kecil diduduki Cina
India dan Pakistan telah berperang 3 kali – pada 1948, 1965 dan 1971 – sejak berpisah pada 1947, dua pertempuran itu terkait Kashmir. Kelompok pemberontak di Jammu dan Kashmir terus berjuang untuk kemerdekaan dari kuasa India, atau untuk bergabung dengan Pakistan.
Lebih dari 70.000 orang telah tewas dalam konflik itu sejak 1989. India menempatkan lebih dari setengah juta tentara di area yang disengketakan itu.