Rhany Chairunissa Rufinaldo
23 April 2019•Update: 23 April 2019
Abdel Raouf Arnaout
TEL AVIV
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin menyambut baik keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk tidak memperbarui keringanan sanksi yang memungkinkan negara-negara tertentu untuk terus membeli minyak dari Iran.
Netanyahu mengatakan keputusan Trump sangat penting dan akan berfungsi untuk meningkatkan tekanan pada rezim teroris di Teheran.
"Kami mendukung komitmen AS untuk memerangi agresi Iran dan ini adalah cara yang tepat untuk menghadapinya," tegas PM Israel dalam sebuah pernyataan.
Sebelumnya pada Senin, Washington mengumumkan akan mengakhiri keringanan sanksi terhadap delapan negara - Turki, China, Yunani, India, Italia, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan - yang mengimpor minyak dari Iran.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari kebijakan Gedung Putih untuk memberikan tekanan maksimum pada Iran dengan tujuan untuk membuat pendapatan minyak negara itu menjadi nol.
November lalu, Presiden Donald Trump memberlakukan kembali sanksi terhadap ekspor minyak Iran pada November setelah Washington menarik diri dari kesepakatan Nuklir Iran 2015 antara Teheran, Washington dan lima negara lainnya.
Pemerintah kemudian mengumumkan akan memberikan keringanan 180 hari, yang disebut Pengecualian Pengurangan Signifikan (SRE), kepada delapan negara untuk membantu mereka menghentikan pasokan minyak Iran.