16 Desember 2025•Update: 17 Desember 2025
ISTANBUL
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Selasa mendatangi secara tiba-tiba kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki untuk merayakan hari raya Yahudi Hanukkah.
Dalam pernyataannya, Gubernuran Yerusalem mengecam kunjungan Netanyahu ke Tembok Barat Masjid Al-Aqsa (Tembok Al-Buraq) sebagai “langkah provokatif baru.”
Tembok Al-Buraq, yang oleh umat Yahudi dikenal sebagai Tembok Barat atau Tembok Ratapan, merupakan situs keagamaan penting bagi umat Muslim dan Yahudi, serta menjadi bagian dari kompleks Masjid Al-Aqsa.
Kantor Netanyahu membagikan foto-foto perdana menteri bersama sejumlah pejabat, termasuk Duta Besar Amerika Serikat Mike Huckabee, saat mengunjungi Tembok Barat di lokasi yang kerap menjadi titik ketegangan tersebut.
Hari raya Hanukkah yang berlangsung selama delapan hari diperingati pada 14 hingga 22 Desember.
Menurut otoritas Palestina, sedikitnya 210 pemukim Israel ilegal telah memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa sejak Senin untuk memperingati hari raya tersebut.
Masjid Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga bagi umat Islam di dunia. Sementara itu, umat Yahudi menyebut kawasan tersebut sebagai Temple Mount, yang diyakini sebagai lokasi berdirinya dua kuil Yahudi pada zaman kuno.
Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Masjid Al-Aqsa berada, sejak Perang Arab–Israel tahun 1967. Pada 1980, Israel mencaplok seluruh kota Yerusalem, sebuah langkah yang hingga kini tidak diakui oleh komunitas internasional.