Muhammad Amin
28 Oktober 2021•Update: 02 November 2021
KHARTOUM, Sudan
Militer Sudan telah menangkap lebih banyak anggota kepemimpinan sipil setelah menahan Menteri Kesehatan Omar El Najeeb dan Menteri Irigasi Yasser Abbas, kata sumber kantor perdana menteri, Rabu.
Sementara itu, sumber dari Asosiasi Profesional Sudan (SPA) mengatakan militer telah meluncurkan operasi penangkapan secara luas yang menargetkan aktivis dan mantan pejabat lainnya.
Para pemimpin militer telah menangkap sebagian besar pejabat pemerintah dan Perdana Menteri Abdalla Hamdok masih dalam tahanan rumah, sumber tersebut mengkonfirmasi.
Pejabat lain termasuk mantan penasihat media perdana menteri, Fayez Seleik, dan anggota SPA Ismail Al-Taj termasuk di antara mereka yang ditangkap.
Jaringan Jurnalis Sudan (SJN) juga mengatakan bahwa sekitar lima wartawan telah ditangkap sementara yang lain telah dipanggil untuk diselidiki oleh organ keamanan.
Pada Senin, militer Sudan mengumumkan keadaan darurat dan membubarkan Dewan Kedaulatan transisi dan pemerintah.
Hal itu dilakukan beberapa jam setelah menahan Perdana Menteri Hamdok dan menteri dalam pemerintahan sipilnya.
Setelah kudeta militer yang gagal bulan lalu, ketegangan mendalam meletus antara militer dan pemerintah sipil di Sudan menyusul aksi protes di ibu kota Khartoum.
Sebelum pengambilalihan kekuasaan oleh militer, Sudan diperintah oleh dewan kedaulatan pejabat militer dan sipil, yang mengawasi periode transisi hingga pemilihan yang dijadwalkan pada 2023, bedasarkan kesepakatan pembagian kekuasaan antara militer dan koalisi Pasukan untuk Kebebasan dan Perubahan.