Muhammad Abdullah Azzam
31 Oktober 2019•Update: 31 Oktober 2019
Emre Aytekin
ANKARA
Menteri Kehakiman Jepang Katsuyuki Kavai mundur setelah istrinya dituduh melanggar peraturan pemilu dalam kampanye pemilihan Dewan Penasihat Jepang.
Menurut kantor berita Jepang Kyodo, Kavai sudah menyampaikan perihal pengunduran dirinya kepada Perdana Menteri Shinzo Abe.
Dalam sebuah pernyataan kepada pers, Kavai mengatakan akan bertanggung jawab sebagai menteri kehakiman karena dia merasa mengkhianati kepercayaan publik.
Meski begitu, Kavai mengatakan dia dan istrinya tak mengetahui informasi terkait tudingan pelanggaran aturan tersebut.
Tuduhan tentang istri Kavai dimuat oleh majalah berita mingguan "Shukan Bunshun".
Berita tersebut mengklaim istri Kavai Anri Kavai--yang juga merupakan anggota parlemen Jepang-- telah membayar lebih dari batas upah harian yang ditentukan secara hukum kepada karyawan selama kampanye untuk dipilih menjadi dewan pengawas diatas Parlemen Jepang/Diet.
Laporan itu menyebut petugas kampanye harusnya dibayar 15 ribu yen namun mereka mendapatkan upah 30 ribu yen perhari.
Majalah itu juga mengklaim bahwa Kavai mendistribusikan kentang sebagai tunjangan pemilu selama melakukan kampanye.
Minggu lalu, Menteri Perdagangan Jepang Isha Sugavara juga mundur karena tuduhan melakukan penyimpangan keuangan.