Rhany Chairunissa Rufinaldo
02 November 2018•Update: 03 November 2018
Diyar Guldogan
ANKARA
Kanada menyerukan semua pihak untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung di Yaman secara permanen .
"Kami menyesalkan kekerasan yang sedang berlangsung, yang telah menyebabkan malnutrisi massal, kekurangan pangan yang parah, kematian dan krisis kemanusiaan terbesar di dunia," Menteri Luar Negeri Chrystia Freeland dan Menteri Pembangunan Internasional Marie-Claude Bibeau mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama.
Para menteri mengatakan Kanada telah menyediakan USD130 juta bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terkena dampak sejak awal konflik pada tahun 2015.
"Kami sangat prihatin dengan laporan bahwa semua pihak dalam konflik telah berulang kali melanggar hukum internasional dan telah menghalangi bantuan kemanusiaan," kata mereka.
Freeland dan Bibeau juga menyerukan akses yang cepat dan tanpa hambatan untuk bantuan kemanusiaan dan mendesak semua pihak dalam konflik untuk sepenuhnya mematuhi hukum humaniter internasional.
"Kanada menyambut baik upaya penting Martin Griffiths, Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Yaman, dan sepenuhnya mendukung upaya untuk melanjutkan pembicaraan menuju akhir konflik yang permanen dan damai," para menteri menambahkan.
Yaman telah dilanda kekerasan sejak 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota, Sanaa.
Konflik meningkat pada 2015 ketika Arab Saudi dan sekutu Sunni-Arabnya meluncurkan kampanye udara besar-besaran di Yaman yang bertujuan untuk menggulingkan kejayaan Houthi.