Ekip
16 Juni 2022•Update: 17 Juni 2022
ANKARA
Ukraina dapat mengekspor produk biji-bijiannya melalui koridor aman yang dapat dibuka dari pelabuhannya, tanpa perlu melakukan upaya menjinakkan ranjau yang memakan waktu, kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Rabu.
“Menurut rencana terbaru PBB, memerlukan waktu lama untuk membersihkan ranjau ini. Karena lokasi ranjau sudah diketahui, koridor aman akan dibangun ke tiga pelabuhan (di Ukraina),” kata Cavusoglu kepada wartawan di ibu kota Turki, Ankara.
Di bawah rencana seperti itu, kapal akan memiliki akses yang aman ke pelabuhan dan akan dipandu oleh kapal pencari dan penyelamat Ukraina, kata Cavusoglu, menambahkan bahwa kapal yang memasuki zona aman akan diperiksa.
Cavusoglu mengatakan rencana itu bisa diterapkan dan Ankara mendukungnya sementara kedua pihak sedang menunggu tanggapan Moskow.
Dia menambahkan bahwa Turki menawarkan untuk menjadi tuan rumah pertemuan di Istanbul untuk menuntaskan rincian rencana kedua negara jika mereka mencapai kesepakatan.
Rusia dan Ukraina, pengekspor biji-bijian global yang besar, tahun lalu memiliki pangsa sekitar 30 persen dari ekspor gandum di dunia.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Moskow siap untuk menyediakan ekspor biji-bijian tanpa hambatan, termasuk ekspor biji-bijian Ukraina dari pelabuhan di Laut Hitam, tetapi hal itu memerlukan pencabutan sanksi yang relevan terhadap Rusia.
Lebih dari 4.432 warga sipil tewas di Ukraina sejak Rusia melancarkan perangnya di Ukraina pada 24 Februari, sementara lebih dari 14 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka, termasuk lebih dari 7,3 juta yang telah