Rhany Chairunissa Rufinaldo
19 September 2018•Update: 20 September 2018
Tevfik Durul
ANKARA
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berbicara melalui telepon tentang situasi terbaru di provinsi Idlib Suriah, seorang sumber diplomatik Turki mengatakan Selasa.
Cavusoglu dan Pompeo membahas kesepakatan antara Turki dan Rusia untuk membentuk zona demiliterisasi di Idlib, kata sumber itu, yang tidak mau disebutkan namanya.
Cavusoglu juga mengadakan percakapan telepon dengan menlu Prancis Jean-Yves Le Drian, menlu Jerman Heiko Maas dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini, menurut sumber diplomatik Turki.
Setelah pertemuan di kota Sochi Rusia antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin, kedua negara sepakat untuk membentuk zona demiliterisasi di Idlib, benteng oposisi terakhir Suriah.
Ankara dan Moskow juga menandatangani nota kesepahaman yang menyerukan "stabilisasi" zona de-eskalasi Idlib, di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.
Menurut nota kesepahaman itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib akan tetap berada di daerah-daerah di mana mereka sudah menetap, sementara Rusia dan Turki akan melakukan patroli bersama di daerah tersebut dengan maksud untuk mencegah pertempuran baru.
Terletak di dekat perbatasan Turki, provinsi Idlib adalah rumah bagi lebih dari 3 juta warga Suriah, banyak di antaranya melarikan diri dari kota-kota lain setelah serangan oleh pasukan rezim.
Rezim Suriah telah mengumumkan rencananya bulan lalu untuk meluncurkan serangan militer besar di daerah itu, yang telah lama dikendalikan oleh berbagai kelompok oposisi bersenjata.
PBB memperingatkan bahwa serangan semacam itu akan mengarah pada "bencana kemanusiaan terburuk di abad ke-21".