31 Desember 2024•Update: 01 Januari 2025
ANKARA
Menteri luar negeri Suriah yang baru dilantik mengatakan pada hari Senin bahwa kunjungan resmi pertamanya adalah ke Arab Saudi.
Asaad al-Shaibani mengatakan dia menerima undangan dari mitranya dari Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan untuk mengunjungi kerajaan tersebut.
"Saya merasa terhormat mewakili negara saya dalam kunjungan resmi pertama saya (ke Arab Saudi)," tambahnya dalam sebuah pernyataan di akun X miliknya.
“Kami berharap dapat membangun hubungan strategis dengan saudara-saudara kami di kerajaan di semua bidang,” tambahnya.
Kemudian, dalam konferensi pers bersama mitranya dari Kuwait Abdullah Al-Yahya, Al-Shaibani mengatakan kunjungannya ke Arab Saudi akan dilakukan pada “minggu pertama tahun baru.”
Ia menggambarkan kunjungan tersebut sebagai isyarat niat baik dan langkah menuju pemulihan peran Suriah di dunia Arab. Ia menambahkan bahwa ia berencana untuk mendengarkan perspektif Arab Saudi dan mempercepat upaya untuk membangun kembali negaranya.
Shaibani diangkat menjadi menteri luar negeri pada tanggal 21 Desember oleh pemerintah sementara Suriah, menjadi diplomat tinggi pertama negara itu sejak jatuhnya rezim Bashar al-Assad.
Assad, pemimpin Suriah selama hampir 25 tahun, melarikan diri ke Rusia setelah kelompok anti-rezim menguasai Damaskus pada 8 Desember, mengakhiri rezim Partai Baath, yang telah berkuasa sejak 1963.