Ekip
29 Desember 2018•Update: 31 Desember 2018
Khalaf Rasha dan Hamdi Yildiz
RIYADH
Menteri luar negeri Saudi yang baru saja dilantik pada Jumat lalu, mengatakan bahwa kasus Jamal Khassoggi membawa lebih banyak perubahan dibanding krisis bagi negara itu.
Ibrahim al-Assaf menyampaikan komentar pertamanya terkait kasus ini kepada saluran berita Al-Hurra.
Raja Saudi Salman bin Abdulaziz merombak kabinet dan mengganti sejumlah menteri pada Kamis.
Al-Assaf diangkat sebagai menteri luar negeri menggantikan Adel al-Jubeir, sedangkan al Jubeir kemudian diangkat menjadi menteri negara untuk urusan luar negeri.
Dekrit kerajaan juga menyerukan restrukturisasi Dewan Urusan Politik dan Keamanan -di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman- dan restrukturisasi Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan.
Putra Mahkota Saudi itu bertahan pada posisinya sebagai wakil perdana menteri dan menteri pertahanan.
Keputusan pada Kamis lalu itu juga mendesak pembentukan badan pemerintah pertama bagi kerajaan yang kaya akan minyak ini, khususnya untuk mengeksplorasi ruang angkasa yang dipimpin oleh Sultan bin Salman.
Kolumnis The Washington Post Khashoggi hilang setelah mengunjungi Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu.
Setelah sejumlah penjelasan yang bertentangan satu sama lain, Riyadh mengakui bahwa Khashoggi terbunuh di dalam gedung diplomatik itu.
Riyadh menyatakan kejadian itu sebagai operasi yang gagal.