Shenny Fierdha Chumaira
19 Juni 2018•Update: 20 Juni 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Pemerintah mengatakan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Finlandia berkembang signifikan pada 2017, ditandai dengan peningkatan perdagangan kedua negara dan peningkatan turis Finlandia ke Indonesia.
Pada 2017, perdagangan bilateral meningkat 66 persen dan jumlah turis Finlandia yang mengunjungi Indonesia meningkat lebih dari 21 persen, kata Menteri Luar Negeri
Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan turis itu karena sudah tersedianya rute Helsinki ke Bali oleh salah satu maskapai penerbangan tersebut, Finnair, kata dia.
"Indonesia dan Finlandia telah mencapai perkembangan yang sangat signifikan dalam hubungan bilateral pada 2017," ucap Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi dalam keterangan tertulisnya saat menemui Menteri Luar Negeri Finlandia Timo Soini di pertemuan bilateral yang diselenggarakan di Helsinki, Finlandia, Senin.
Menteri Retno juga mengungkapkan bahwa ekspor biji kopi Indonesia ke Finlandia meningkat dan biji kopi itu dapat ditemukan dengan mudah di sejumlah supermarket Finlandia.
Berdasarkan laporan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia, ada sedikitnya 16 jenis biji kopi dari beragam daerah Indonesia masuk ke pasar Finlandia.
Terkait diskriminasi pasar Eropa terhadap kelapa sawit Indonesia, Menteri Retno meminta agar Finlandia selaku salah satu negara Eropa memberikan perhatian khusus.
Dalam kesempatan yang sama, kedua menteri juga sepakat untuk segera mengurus kerja sama pembebasan visa untuk pemegang paspor diplomatik dan dinas.
"Finlandia berjanji akan segera menyampaikan tanggapan terhadap draf Nota Kesepahaman yang disampaikan Indonesia," kata Menteri Retno.
Selain membahas soal perdagangan, Indonesia dan Finlandia sepakat untuk melaksanakan kerja sama baru yakni di bidang dialog antar agama.
Adapun pertemuan pertama dialog antar agama itu akan dilangsungkan pada September namun belum dipastikan di mana lokasinya.
Kedua negara juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang lain yaitu kehutanan, energi terbarukan, serta pendidikan dan ilmu pengetahuan.
Terakhir, Menteri Retno dan Menteri Soini juga membahas isu global yang menyangkut Afghanistan, Timur Tengah, Laut Cina Selatan, dan Eropa.