Dunia

Menlu AS kecam perlakuan China terhadap Muslim Uighur

Mike Pompeo menuduh Partai Komunis Tiongkok berusaha menghapus kepercayaan dan budaya warganya sendiri

Rhany Chaırunıssa Rufınaldo  | 29.12.2019 - Update : 30.12.2019
Menlu AS kecam perlakuan China terhadap Muslim Uighur Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo. (Foto file - Anadolu Agency)

Ankara

Safvan Allahverdi

WASHINGTON 

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo pada Sabtu mengecam China atas perlakuannya terhadap penduduk minoritas Muslim Uighur.

"Dari #Tibet ke #Xinjiang, kampanye represif Partai Komunis China bukan tentang memerangi terorisme," tulis Pompeo di Twitter.

Dia juga mendesak Beijing menghormati dan melindungi kebebasan beragama.

“#CCP berusaha menghapus kepercayaan dan budaya warganya sendiri. Semua masyarakat harus menghormati dan melindungi kebebasan beragama,” tambah Pompeo.

Wilayah Xinjiang China adalah rumah bagi sekitar 10 juta warga Uighur.

Kelompok Muslim Turki yang membentuk sekitar 45 persen dari populasi Xinjiang itu telah lama menuding otoritas China melakukan diskriminasi budaya, agama dan ekonomi.

China dituduh melakukan kebijakan represif terhadap kaum Uighur dan melanggar hak-hak agama, komersial dan budaya mereka.

Menurut laporan PBB, sekitar 1 juta orang, atau sekitar 7 persen dari populasi Muslim di wilayah Xinjiang China, kini dipenjara dalam "kamp pendidikan ulang politik" yang terus berkembang.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.