Devina Halim
10 Juni 2021•Update: 14 Juni 2021
JAKARTA
Indonesia bersama Arab Saudi membahas tindak lanjut Digital Collaboration Organization (DCO) sekaligus kerja sama ekonomi digital.
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mendiskusikan dua topik tersebut saat bertemu Duta Besar Kerajaan Arab Saudi Syekh Essam bin Abed Al-Thaqafi di Jakarta, Rabu.
Menurut Johnny, Arab Saudi telah lama mengusulkan agar Indonesia menjadi bagian dari DCO, organisasi internasional yang memiliki visi mencapai pertumbuhan ekonomi digital bagi anggotanya.
"(Pertimbangan) di Indonesia ada lebih dari 270 juta penduduk, kalau Indonesia ikut maka pasar digital ekonomi hampir 700 juta,” ungkap Johnny lewat keterangan tertulis, Rabu malam.
Akan tetapi, dalam pertemuan itu, Johnny menyampaikan bahwa prioritas Indonesia saat ini adalah menyelesaikan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.
Menurut dia, hal itu juga sudah disampaikan kepada Kerajaan Arab Saudi pada November 2020 lalu.
Namun, kata Johnny, Arab Saudi kembali mengusulkan agar Indonesia menjadi bagian DCO karena Indonesia akan menjadi Presidensi G-20 dan Digital Economy Task Force (DETF) di tahun 2022.
Menyoal permintaan tersebut, Johnny menyambut baik, tetapi masih perlu dibicarakan pemerintah, khususnya dengan Kementerian Luar Negeri sebagai sektor utama yang berwenang menetapkan kerja sama multilateral di tingkat internasional.
"Pertimbangan Kementerian Luar Negeri, sesuai dengan arahan dan kebijakan Pemerintah Indonesia saat ini adalah fokus untuk menyesuaikan masalah dari pandemi Covid-19 dan recovery ekonomi nasional," ucap Johnny.
Johnny menegaskan Indonesia tidak menolak usulan dari Arab Saudi tersebut, hanya saja Indonesia kini memiliki prioritas lain.
Johnny berharap komunikasi di tingkat teknis tetap dijalin mengenai keanggotaan Indonesia di DCO.
Adapun pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari kunjungan Presiden Joko Widodo ke Kerajaan Arab Saudi dan pertemuan G-20 di Davos beberapa waktu lalu.