Rıskı Ramadhan
31 Maret 2018•Update: 31 Maret 2018
Abdel Ra'ouf Daoud Abdel Ra'uof Arnaout, Zeynep Hilal Karyagdi
YERUSALEM
Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert meminta Perdana Menteri Israel saat ini Benjamin Netanyahu yang terseret kasus korupsi untuk mengundurkan diri.
Dalam wawancaranya dengan surat kabar Jerusalem Post, Olmert menyerukan Netanyahu untuk meniru dirinya mengundurkan diri.
Ehud Olmert mengundurkan diri dari jabatan Perdana Menteri Israel pada tahun 2009 karena tuduhan korupsi yang ditujukan kepadanya.
Dia menyatakan telah menyarankan Netanyahu untuk mengambil langkah yang diperlukan guna melindungi kehormatan jabatan Perdana Menteri.
Olmert berujar bahwa dirinya tidak pernah membahayakan kehormatan jabatan Perdana Menteri.
"Saya mengundurkan diri ketika melihat tuduhan itu berdampak pada pekerjaan saya. Sebenarnya saya tidak diharuskan. Tidak ada masalah untuk saya terus melayani dengan koalisi stabil selama dua tahun lagi.
“Namun, saya memutuskan bahwa saya tidak ingin membuat kepentingan nasional Israel terkena dampak penyelidikan,” kata dia.
Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert mengundurkan diri pada 2009 karena tuduhan korupsi. Setelah terbukti bersalah, Olmert dipenjara pada Februari 2016 dan dibebaskan pada Juli 2017, setelah mendekam dipenjara selama 16 bulan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diterpa sejumlah tuduhan seperti "menerima hadiah mahal dari pengusaha, bernegosiasi dengan pemilik dan penerbit Yedioth Ahronoth, Arnon Moses untuk merilis berita positif tentangnya, dan terlibat korupsi dalam pembelian kapal selam dari Jerman".
Netanyahu telah berulang kali diperiksa pihak kepolisian terkait kasus korupsi tersebut.