Astudestra Ajengrastrı
12 Juli 2018•Update: 12 Juli 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Mantan Menteri Luar Negeri AS John Kerry mencela kepala eksekutif Amerika Serikat pada Rabu, menyebut kritik Donald Trump kepada NATO dan Jerman sangat "aneh" dan "kontraproduktif".
"Komentar itu sangat memalukan, merusak, dan jauh dari kepentingan Amerika Serikat yang sebenarnya," ujar Kerry melalui pernyataan yang dirilis tak lama setelah Trump melontarkan komentar melecehkan kepada aliansi trans-atlantik dan memojokkan Jerman selama pertemuan tingkat tinggi di Brussels.
Dalam pertemuan dengan 29 anggota aliansi, Trump mengatakan Jerman "sangat dikontrol" dan "merupakan tawanan Rusia", kala membahas penggunaan bahan bakar minyak bumi Moskow.
"Sangat menyedihkan ketika Jerman membuat kesepakatan minyak dan gas yang besar dengan Rusia, ketika Anda seharusnya melawan Rusia namun Jerman malah membayar miliaran demi miliaran dolar per tahun kepada Rusia," ujar Trump. "Mengapa negara-negara di NATO, terutama Jerman, membayar sebagian besar kebutuhan energinya kepada Rusia dan diurusi oleh Rusia?"
Dia kemudian melanjutkan kritiknya di Twitter.
Trump lalu mengincar pengeluaran pertahanan negara-negara NATO yang "lalai", meminta para sekutu agar tidak hanya memenuhi pengeluaran pertahanan sebanyak 2 persen dari PDB, tapi memaksa mereka menaikkannya menjadi 4 persen.
Hanya lima negara NATO yang selama ini memenuhi tenggat 2 persen, termasuk AS. NATO berharap jumlah negara yang memenuhi tenggat tersebut naik menjadi delapan negara tahun ini, dan menargetkan jumlah tersebut naik lagi menjadi 15 negara pada 2024.
Namun, Trump mengunggah cuitan saat masih berada dalam pertemuan tersebut, memaksa semua anggota "harus" memenuhi target 2024 itu, "SECEPATNYA."
Karena berulang-ulang menyatakan pesan yang sama kepada NATO dan Jerman, Kerry berkata Trump "perlahan-lahan menghancurkan reputasi kita di mata dunia. Dia mengecilkan kebutuhan kita. Dia menghancurkan persekutuan yang kita bangun untuk mengamankan kekuatan ekonomi dan strategis yang membuat jutaan orang hidup merdeka.
"Ada tempat, waktu, dan sikap untuk mengungkit masalah dengan para sekutu, dan mengolok-olok mereka di depan kamera yang membuat para sekutu mempertanyaan hubungan tidaklah tepat," kata mantan diplomat tertinggi AS ini. "Cukup. Ini tidak bagus untuk Amerika Serikat dan ada orang-orang di seberang -- seperti yang diminta Senat kemarin -- yang mengetahui hal ini dan berani mengatakannya."
Kerry merujuk pada pengambilan suara di Senat pada Selasa lalu yang menghasilkan suara mayoritas mendukung NATO meski Trump terus melempar kritikannya.
Kerry tidak sendiri dalam mempertanyaan perlakuan Trump kepada sekutu-sekutu dekatnya.
Meskipun tak secara langsung mengkritik presiden, Ketua Parlemen Paul Ryan, politisi teras Partai Republik, berkata kepada ABC News bahwa "NATO sangat diperlukan".
Dewan Parlemen pada Rabu lalu juga menyetujui pengambilan suara resolusi bipartisan yang menyatakan dukungan kepada NATO.
Perwakilan Partai Demokrat Steve Cohen, yang menyeponsori resolusi tersebut berkata bahwa mereka "mengirimkan pesan kuat bahwa tak peduli apa yang dikatakan Presiden dalam KTT NATO di Brussels, Kongres tetap mendukung perjanjian AS dengan para sekutu."
"Para anggota Kongres mengerti, walaupun Presiden kami tidak, nilai stabilitas dan kepastian dalam hubungan-hubungan diplomatik kami dan ancaman agresi Rusia yang terus berlangsung. Saya senang mengetahui Parlemen telah mengambil sikap memberi pernyataan formal dukungan mereka terhadap sekutu di waktu seperti ini," kata Cohen.
Trump dijadwalkan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Helsinski, Norwegia pada 16 Juli, dalam pertemuan yang dikatakan Trump sebagai "kemungkinan yang termudah" dalam rangkaian kunjungannya ke empat negara.
Saat ditanya apakah dirinya melihat Putin sebagai teman atau musuh, Trump berkata bahwa pemimpin Rusia tersebut adalah seorang "kompetitor".