Rhany Chairunissa Rufinaldo
27 November 2018•Update: 27 November 2018
Yusuf Ozcan
PARIS
Presiden Perancis Emmanuel Macron pada Senin mengecam bentrokan yang terjadi selama rangkaian aksi protes anti-pemerintah yang berlangsung di seluruh penjuru negeri, menurut juru bicara pemerintah.
"Presiden Macron mengutuk perkelahian yang terjadi saat aksi protes," kata Benjamin Griveaux setelah pertemuan Kabinet soal demonstrasi yang dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar.
“Prancis sedang kesulitan menemukan tempatnya dalam sejarah Eropa. Pemerintah kita akan membawa semua pihak ke meja diskusi dan akan lebih sensitif terhadap masalah dan pandangan warga Prancis,” kata Griveaux.
Ribuan demonstran Perancis turun ke jalan-jalan kota di Prancis, termasuk Paris, untuk memprotes kenaikan harga bahan bakar dan pajak yang tinggi.
Protes berubah menjadi kekerasan ketika pasukan keamanan menggunakan gas air mata untuk membubarkan para demonstran di jalan-jalan utama Paris, terutama di Champs-Elysees.
Sejauh ini, sedikitnya dua orang tewas, lebih dari 750 orang, termasuk 136 petugas keamanan terluka dan 693 orang ditahan selama demonstrasi yang berlangsung selama satu minggu.
Menurut Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner sekitar 106.000 orang berpartisipasi dalam kurang lebih 1.600 demonstrasi di seluruh negeri.
Sebelumnya, jutaan orang juga menggelar demonstrasi berskala nasional pada Mei dan Juni.