Tarek Chouiref
31 Juli 2026•Update: 31 Juli 2026
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan militer Israel telah meledakkan jaringan terowongan yang digunakan kelompok Hizbullah di Lebanon selatan.
Dalam pernyataan bersama, keduanya menyebut terowongan di kawasan Beaufort merupakan bagian penting dari rencana Hizbullah untuk menyusup ke permukiman-permukiman di wilayah Galilea.
Mereka mengatakan sekitar 700 ton bahan peledak digunakan dalam operasi tersebut, yang disebut sebagai bagian dari kampanye berkelanjutan untuk menghancurkan infrastruktur Hizbullah di Lebanon selatan.
Pernyataan itu menyebut operasi dilakukan setelah apa yang mereka sebut sebagai "pelanggaran terang-terangan" Hizbullah terhadap perjanjian gencatan senjata di Lebanon.
Sebelumnya, media Lebanon melaporkan serangkaian ledakan setelah militer Israel meledakkan bahan peledak di Kota Hadatha, pinggiran Deir Mimas di dekat Kastel Beaufort, serta kawasan antara Arnoun dan Yahmar.
Terjadi di tengah implementasi kesepakatan Lebanon-Israel
Perkembangan tersebut terjadi meski Lebanon dan Israel telah menandatangani kesepakatan "formula kerangka kerja" yang dimediasi Amerika Serikat pada 26 Juni.
Kesepakatan itu mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari seluruh wilayah Lebanon yang diduduki sebagai imbalan atas pengerahan tentara Lebanon, disertai pelucutan senjata kelompok-kelompok bersenjata, yang diduga merujuk pada Hizbullah.
Pada 21 Juli, tentara Lebanon mulai dikerahkan di Kota Zawtar al-Gharbiyeh sebagai bagian dari tahap pertama pelaksanaan kesepakatan setelah penarikan pasukan Israel. Zawtar al-Gharbiyeh merupakan salah satu "wilayah percontohan" yang masuk dalam tahap awal implementasi.
Meski demikian, Israel masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan, sebagian di antaranya telah diduduki selama puluhan tahun dan sebagian lainnya sejak perang 2023-2024. Dalam operasi terbarunya, pasukan Israel juga dilaporkan maju lebih dari 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon.
Sejak 2 Maret, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan 4.333 orang dan melukai 12.236 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.