Maria Elisa Hospita
20 Maret 2020•Update: 22 Maret 2020
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Amerika Serikat menjatuhkan sanksi ke lima perusahaan yang berbasis di Uni Emirat Arab (UEA) karena diduga memfasilitasi penjualan minyak dan petrokimia Iran.
"Pada 2019, lima perusahaan ini secara kolektif membeli ratusan ribu metrik ton produk minyak bumi dari Perusahaan Minyak Iran (NIOC)," beber Departemen Keuangan dalam sebuah pernyataan.
Perusahaan-perusahaan itu adalah Petro Grand FZE, Alphabet International DMCC, DMCC Perdagangan Swissol, General Althrwa General Trading LLC, dan Alwaneo LLC Co.
Menteri Keuangan Steven Mnuchin pun menuding Teheran menggunakan pendapatan penjualan minyak dan petrokimia untuk mendanai kegiatan terorisme.
"Pemerintahan Trump akan terus menargetkan dan mengisolasi mereka yang mendukung rezim Iran. Kami berkomitmen untuk memfasilitasi akses bantuan kemanusiaan untuk mendukung rakyat Iran," kata dia lagi.
Sanksi itu diberlakukan sehari setelah Washington menambahkan sembilan perusahaan dari Afrika Selatan, China, dan Hong Kong ke daftar hitamnya karena memperdagangkan minyak Iran.
Ini adalah bagian dari "kampanye tekanan maksimum" AS ke Iran, menyusul keluarnya Washington dari pakta nuklir 2015.