Maria Elisa Hospita
22 April 2019•Update: 22 April 2019
Zeynep Hilal Karyagdi
KAIRO
Para menteri luar negeri Liga Arab pada Minggu menegaskan bahwa mereka menolak segala bentuk rencana perdamaian yang tidak menghormati hak-hak rakyat Palestina.
Penolakan itu disampaikan saat akhir diskusi sidang luar biasa Liga Arab di Kairo.
Mengacu pada rencana Amerika Serikat yang dijuluki "Kesepakatan abad ini" untuk mendirikan negara Palestina di Jalur Gaza, deklarasi tersebut menyebutkan bahwa rencana semacam itu tak akan pernah membawa perdamaian yang komprehensif dan abadi di Timur Tengah, karena rencana itu tidak memberikan hak-hak yang sah kepada rakyat Palestina.
Hak-hak tersebut di antaranya adalah menampung dan mewujudkan aspirasi rakyat Palestina untuk mendirikan kembali negara merdeka dengan menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.
Deklarasi tersebut juga mendesak kelompok-kelompok Palestina untuk membangun rekonsiliasi nasional dan mengadakan pemilihan umum sesegera mungkin.
'Netanyahu tak percaya perdamaian'
Dalam pertemuan luar biasa Liga Arab, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu "tidak percaya pada perdamaian".
Abbas pun mengklaim bahwa Netanyahu tidak punya mitra Palestina, sehingga dia menawarkan perdamaian nyata dengan berdasarkan pada legitimasi internasional.
Dia juga menuding Israel melanggar resolusi internasional termasuk Kesepakatan Oslo dan Protokol Ekonomi Paris sejak 1947.
Abbas juga mengkritik Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan merelokasi Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.
*Gozde Bayar turut melaporkan dari Ankara