29 Agustus 2017•Update: 29 Agustus 2017
Hader Glang
ZAMBOANGA CITY, Filipina
Setidaknya 20 awak kapal tanker minyak ditahan oleh Angkatan Laut Libya atas dugaan penyelundupan bensin, menurut Kementeriaan Luar Negeri Filipina (DFA) pada Selasa.
DFA mengatakan sedang mengawasi kasus itu dengan ketat setelah kapal mereka dicegat pada Minggu.
"DFA memerintahkan kedutaan besar kita untuk memonitor situasi dan memberikan bantuan yang diperlukan rekan-rekan kita," bunyi pernyataan yang dikeluarkan, seperti yang dikutip media GMA News.
Kedutaan Besar Filipina di Libya belum memberikan kabar terbaru, tambah mereka.
Menurut media Libya, yang mengutip juru bicara Angkatan Laut Jenderal Ayoub Kacem, armada mereka menghentikan tanker minyak dengan bendera Liberia di pesisir Abu Kamash, sekitar 170 kilometer dari Tripoli dekat perairan Tunisia, dengan tudingan bahwa mereka menyelundupkan bensin.
Tanker itu, milik sebuah perusahaan Yunani, yang mengangkut 6 juta liter bensin selundupan yang tidak diketahui asal usulnya kata Kacem.
Anak buah kapal Filipina itu dibawa ke Tripoli untuk menghadapi jaksa penuntut.
Penyelundupan minyak ke Tunisia dan Malta menjadi ladang usaha sejak Libya mengalami konflik dan kegaduhan politik yang kemudian menurunkan dan menewaskan mantan pemimpin negara itu Kolonel Moammar Kadhafi.