Shuriah Nazi
08 Juni 2022•Update: 09 Juni 2022
NEW DELHI
Partai Bharatiya Janata Party (BJP) yang berkuasa di India dilaporkan telah meminta para pejabat tinggi untuk "sangat berhati-hati" ketika berbicara tentang agama di publik.
BJP menginstruksikan pejabatnya setelah kecaman internasional atas pernyataan terhadap Nabi Muhammad oleh dua pejabatnya.
"Tidak ada instruksi khusus yang dikeluarkan, tetapi kami diminta untuk mempresentasikan pandangan kami tentang masalah pembangunan daripada mengomentari agama," kata seorang pemimpin Muslim BJP kepada Anadolu Agency yang tak mau disebut namanya.
Juru bicara BJP menolak untuk berbicara apa pun tentang ini.
Sementara itu, laporan media juga menyebutkan partai tersebut telah mengidentifikasi 38 pejabat yang biasanya memiliki kebiasaan membuat pernyataan kontroversial.
Mereka telah diminta untuk meminta izin partai sebelum mengomentari isu-isu agama, kata surat kabar lokal berbahasa Hindi, Dainik Bhaskar.
Pada Minggu, BJP telah menskors juru bicara Nupur Sharma sebagai tanggapan atas pernyataan menghina Nabi Muhammad.
Sharma telah membuat pernyataan yang menghina Nabi dalam sebuah debat TV, yang memicu gelombang kecaman di dalam negeri dan dunia Islam.
Juru bicara BJP lainnya Naveen Kumal Jindal dikeluarkan dari partai karena komentarnya soal Islam di media sosial.
Dalam sebuah pernyataan sebelum mereka dipecat, BJP mengecam keras penghinaan terhadap tokoh agama manapun dari agama apapun.
BJP juga menentang ideologi apapun yang menghina atau merendahkan sekte atau agama apapun.
Sementara itu, puluhan negara -- serta organisasi internasional -- mengutuk pernyataan kontroversial tersebut.