Maria Elisa Hospita
22 Mei 2018•Update: 22 Mei 2018
Alex Jensen
SEOUL
Korea Selatan mengemukakan kekecewaan mereka setelah delapan wartawan yang diundang untuk menghadiri pembongkaran situs uji coba nuklir Korea Utara pekan ini dilarang untuk hadir.
Sehari sebelumnya, sejumlah jurnalis asing bertolak ke Korut melalui Tiongkok.
Seperti yang diumumkan sebelumnya, Pyongyang akan membongkar situs Punggye-ri, yang selama ini menjadi lokasi uji coba nuklir, pada pekan ini.
"Kami kecewa karena wartawan [Korea Selatan] pada akhirnya tidak diperbolehkan mengunjungi Korut meskipun telah diundang," kata Menteri Unifikasi Seoul Cho Myoung-gyon, Selasa.
Perjalanan antar-Korea telah dibatasi secara ketat oleh Seoul dan Pyongyang, dan Korsel gagal mengkonfirmasi perjalanan para wartawannya setelah Korut tiba-tiba membatalkan perundingan bilateral tingkat tinggi pekan lalu, dengan menyalahkan operasi militer di semenanjung yang melibatkan AS.
Pejabat Kementerian Unifikasi lainnya menjelaskan bahwa pada Selasa pagi Seoul mencoba untuk menyampaikan daftar perjalanannya namun ditolak oleh Pyongyang.
"Terlepas dari itu, kami mengapresiasi Korea Utara yang berupaya memenuhi janji dengan membongkar situs uji coba nuklirnya dan berharap bahwa hal itu akan mengarah pada pertemuan puncak yang sukses antara Utara dan AS," tambah Cho.
Meskipun banyak pihak yang meragukan realisasi pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un yang dijadwalkan akan digelar pada 12 Juni di Singapura, Kepala Keamanan Korea Selatan Chung Eui-yong meyakini bahwa KTT itu akan terwujud.
Dalam perjalanannya ke Washington menjelang perundingan antara Trump dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Chung membantah laporan New York Times yang menyebutkan bahwa Trump tengah mempertimbangkan kembali untuk bertemu dengan Kim.
"Selama kedua pemimpin berdiskusi lewat telepon, saya tidak pernah mendengar ada kesan seperti itu," kata Chung seperti dilansir oleh Yonhap.