Rhany Chairunissa Rufinaldo
14 Maret 2019•Update: 15 Maret 2019
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Sebuah laporan PBB mengatakan Korea Utara tidak menghentikan produksi material untuk penggunaan senjata nuklir meskipun ada diplomasi yang intens untuk denuklirisasi semenanjung Korea, menurut harian Korea Cholsunilbo, Kamis.
Komite Sanksi Dewan Keamanan PBB tentang Korea Utara pada Selasa mengatakan reaktor Yongbyon 5 MW telah beroperasi normal sejak Desember 2015, meskipun untuk sementara waktu menangguhkan operasinya selama beberapa hari pada Februari, Maret dan April 2018
Salah satu negara anggota PBB memberi tahu komite bahwa operasi reaktor ditangguhkan dari September hingga Oktober 2018 dan bahwa pelepasan tangkai bahan bakar bekas bisa terjadi selama dua bulan itu, menurut laporan PBB.
"Komite itu mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki organisasi dan individu di Asia yang diam-diam memasok sentrifugal kepada Korea Utara untuk memperkaya uranium senjata nuklir," tambah harian Korea itu.
Laporan terbaru itu muncul setelah Korea Utara dilaporkan hampir memulihkan peluncuran roket Dongchang-ri.
Komite PBB juga mengatakan bahwa Korea Utara sedang mengumpulkan rudal di pabrik sipil atau fasilitas non-militer yang tampaknya dilakukan untuk berlindung terhadap serangan yang ditargetkan terhadap fasilitas nuklir dan rudal resmi.
Amerika Serikat dan Korea Utara gagal mencapai kesepakatan untuk melakukan denuklirisasi semenanjung Korea bahkan setelah Donald Trump dan Kim Jong-un bertemu dua kali.