Rhany Chairunissa Rufinaldo
07 Oktober 2019•Update: 07 Oktober 2019
Alex Jensen
SEOUL
Korea Utara mendesak Amerika Serikat untuk mengakhiri secara penuh dan kebijakan yang bersifat permusuhan terhadap Pyongyang jika dialog denuklirisasi ingin dilanjutkan.
Permintaan itu disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara pada Minggu, sehari setelah dialog tingkat kerja antara kedua belah pihak di Stockholm.
Pembicaraan tersebut merupakan negosiasi tingkat kerja pertama sejak KTT terakhir antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Hanoi terhenti tanpa persetujuan Februari lalu.
Menanggapi klaim Departemen Luar Negeri AS bahwa Washington telah menerima undangan Swedia untuk melanjutkan dialog dengan perwakilan Pyongyang di sana dalam dua minggu, juru bicara kementerian mengatakan melalui kantor berita pemerintah KCNA bahwa Korea Utara tidak berniat untuk mengadakan negosiasi yang memuakkan seperti yang terjadi saat ini.
Pernyataan itu juga menegaskan kembali ultimatum Korea Utara bahwa AS memiliki waktu hingga akhir tahun untuk mengubah sikapnya.
Pyongyang menginginkan pendekatan bertahap untuk denuklirisasi, termasuk dengan pembatalan sanksi.
Trump mengatakan sebelum pertemuan Swedia bahwa dia siap untuk menunjukkan metode baru, tetapi belum jelas apakah atau kapan pembicaraan akan dilanjutkan.