09 Agustus 2017•Update: 10 Agustus 2017
Alex Jensen
SEOUL
Korea Utara pada Rabu mengancam akan menyerang di sekitar Guam, dimana Amerika Serikat (AS) memiliki pangkalan milter, menyusul kecaman dari Presiden AS Donald Trump kepada negara tersebut.
Pyongyang dikabarkan meninjau ulang rencana “mengepung area Guam dengan lautan api” dengan menggunakan rudal balistik Hwasong-12 jarak medium dan jarak jauh, menurut pernyataan dari kantor berita Korea Utara KCNA.
Pasukan AS menyimpan sejumlah alat berat pertahananan di pulau Guam di Perairan Pasifik, termasuk alat bom strategis yang turut digunakan dalam latihan militer di Semenanjung Korea pada Selasa.
Trump mengatakan pada wartawan di lapangan golfnya di New Jersey Selasa lalu bahwa “Korea Utara sebaiknya tidak mengancam AS lagi. Ancaman itu akan kami balas dengan serangan murka seperti yang belum pernah dilihat sebelumnya”.
Pesan dari Korea Utara pada Selasa meminta AS segera berhenti memprovokasi atau Pyongyang akan “terpaksa harus mengambil keputusan militer”.
Negara yang tertutup itu mengatakan sudah siap siaga sejak Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi yang lebih berat akhir pekan lalu menyusul uji coba rudal balistik Korea Utara pada Juli. Pyongyang telah berulang-kali mengatakan AS menjadi target mereka dalam pengembanan senjata nuklir jarak jauh.