Marıa Elısa Hospıta
02 Januari 2020•Update: 02 Januari 2020
Islamuddin Sajid
ISLAMABAD, Pakistan
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un akan mengakhiri penangguhan uji coba nuklir dan rudal jarak jauh.
Menurut Korean Central News Agency (KCNA) yang dikelola pemerintah, Kim mengumumkan bahwa negaranya akan segera memperkenalkan "senjata strategis baru".
"Kami tidak punya alasan lagi untuk terikat secara sepihak dengan komitmen tersebut," kata dia merujuk kepada kesepakatan Amerika Serikat-Korea Utara yang dicapai tahun lalu.
"Dalam dua tahun terakhir, DPRK [Korea Urara] sudah mengambil langkah-langkah krusial untuk menghentikan uji coba nuklir dan rudal jarak jauh demi membangun kepercayaan antara DPRK dan AS. Sayangnya AS tidak menindaklanjutinya dengan langkah-langkah yang tepat," kata Kim seperti dikutip oleh media tersebut.
September lalu, Presiden AS Donald Trump memberlakukan sanksi baru terhadap Korea Utara, sehingga sejumlah individu, perusahaan, dan lembaga keuangan tak bisa berbisnis dengan negara itu.
Namun, sejauh ini Kim masih memberikan kesempatan pada Washington untuk berkoordinasi, tergantung sikap AS terhadap negaranya.
Sejak terpilih sebagai presiden pada 2017, Trump sudah bertemu dengan Kim tiga kali, untuk membujuk pemimpin Korut itu meninggalkan program nuklirnya. Namun hingga saat ini negosiasi keduanya masih mandek.