Riyaz ul Khaliq
05 Mei 2022•Update: 09 Mei 2022
ISTANBUL
Korea Selatan pada Kamis menjadi negara Asia pertama yang bergabung dengan kelompok pertahanan siber NATO, menurut Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) pada Kamis.
NIS secara resmi diterima di NATO Cooperative CyberDefense Center of Excellence (CCDCOE) yang berbasis di Tallinn, Estonia, lapor Yonhap News.
Dengan pengakuan Seoul, jumlah anggota kelompok itu kini telah meningkat menjadi 32, termasuk 27 anggota NATO.
NIS akan mewakili Korea Selatan dalam kegiatan pelatihan dan penelitian pusat.
“Kami berencana untuk memperkuat kemampuan respons siber kami ke tingkat kelas dunia dengan meningkatkan jumlah staf kami yang dikirim ke pusat dan memperluas cakupan pelatihan bersama,” kata NIS.
NATO mendirikan CCDCOE pada 2008 sebagai tanggapan atas dugaan serangan siber Rusia yang "melumpuhkan" jaringan negara Estonia.