Hayati Nupus
04 Maret 2019•Update: 04 Maret 2019
Zahid Rafiq
SRINAGAR, Jammu and Kashmir
Di tengah upaya untuk meredakan ketegangan antara India dan Pakistan terkait sengketa wilayah, lima tentara India, dua gerilyawan dan seorang warga sipil tewas dalam pertempuran tiga hari yang berakhir Minggu di bagian utara Kashmir wilayah India.
Perang dimulai pada Jumat setelah pasukan India menutup desa di Handwara, Jammu dan Kashmir.
Kepolisian mengkonfirmasi tewasnya dua orang polisi dan tiga personel paramiliter dalam baku tembak, termasuk seorang perwira.
“Polisi juga mengatakan bahwa dua gerilyawan yang terbunuh belum teridentifikasi.
“Operasi ini menimbulkan kesulitan besar bagi pasukan keamanan karena topografi daerah itu,” kata polisi.
Seorang warga sipil Kashmir berusia 21 tahun juga tewas dalam pertempuran itu, yang memicu ketegangan ketika lebih dari 40 tentara India terbunuh oleh gerilyawan pada 14 Februari.
Seorang warga sipil Kashmir berusia 21 tahun juga tewas dalam pertempuran itu, yang memicu ketegangan ketika lebih dari 40 tentara.
Jammu dan Kashmir, wilayah Himalaya yang mayoritas penduduknya Muslim, disengketakan oleh India dan Pakistan dan keduanya mengklaim secara penuh. Sebagian kecil Kashmir juga diklaim oleh Cina.
Sejak dipisah pada 1947, kedua negara itu berperang tiga kali - pada 1948, 1965 dan 1971 - dua di antaranya terjadi di Kashmir.