Nani Afrida
22 Desember 2018•Update: 23 Desember 2018
Lokman Ilhan
BOGOTA
Komandan pemberontak FARC Walter Patricio Arizala, alias "Guacho", dibunuh oleh pasukan keamanan Kolombia dalam sebuah operasi di dekat perbatasan dengan Ekuador, Presiden Ivan Duque mengumumkan Jumat.
Berbicara kepada wartawan di kota Medellin, Duque mengatakan Arizala telah ditembak mati oleh "pahlawan" Kolombia.
Arizala memimpin faksi mantan pemberontak Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) yang menculik dan membunuh tiga warga Ekuador pada bulan Maret yang merupakan staf surat kabar Quito El Comercio.
Dia dituduh melakukan perdagangan narkoba serta pemerasan dan pembunuhan dan masuk dalam daftar yang paling dicari di Kolombia dan Ekuador.
Gerilyawan Kolombia dan FARC mencapai kesepakatan damai pada November 2016, mengakhiri lebih dari 50 tahun konflik antara kedua pihak.
Fraksi Arizala menolak untuk mematuhi kesepakatan damai tersebut.