Riyaz ul Khaliq
03 Agustus 2022•Update: 04 Agustus 2022
ISTANBUL
China harus memahami bahwa mereka tidak akan menghalangi orang-orang yang datang ke Taiwan, terang Ketua DPR AS Nancy Pelosi di Taiwan pada hari Rabu ketika mengunjungi negara itu yang menuai kritik pedas dari Beijing.
“Saya hanya berharap bahwa ini benar-benar jelas bahwa sementara China telah menghalangi Taiwan untuk berpartisipasi dan menghadiri pertemuan-pertemuan tertentu, bahwa mereka memahami bahwa mereka tidak akan menghalangi orang-orang yang datang ke Taiwan,” kata Pelosi pada konferensi pers bersama dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen.
Tentang kehebohan China atas perjalanannya, Pelosi berkata: “Saya pikir mereka membuat keributan besar karena saya Ketu DPR. Saya tidak tahu apakah itu alasan atau excuse, karena mereka tidak mengatakan apa-apa ketika orang-orang itu datang.”
Dia merujuk pada kunjungan ke Taiwan oleh beberapa anggota parlemen Amerika di masa lalu.
Pelosi, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS pertama yang mengunjungi Taiwan dalam 25 tahun, tiba di Taiwan pada Selasa malam.
Segera setelah pesawatnya mendarat, China mengumumkan akan meluncurkan latihan militer di sekitar pulau yang berpenduduk lebih dari 24 juta orang itu.
China memandang Taiwan sebagai "provinsi yang memisahkan diri" dan telah berjanji untuk menyatukannya kembali dengan daratan, termasuk dengan kekerasan jika perlu.
“Kami salut dengan keberhasilan Taiwan. Kami bekerja sama untuk keamanan Taiwan dan mengambil pelajaran besar dari demokrasi Taiwan,” tambah Pelosi.
“Demokrasi telah berkembang ke tempat yang lebih kuat sekarang dan kontras dengan apa yang terjadi di China daratan … tidak ada lagi bukti yang diperlukan daripada apa yang terjadi di Hong Kong,” katanya, merujuk pada wilayah semi-otonom itu yang mengalami perubahan radikal sejak protes pro-demokrasi meletus pada 2019.
Dalam diskusinya dengan delegasi Amerika, Tsai mengatakan kepada Pelosi bahwa Taiwan tetap “berkomitmen untuk mempertahankan status quo di Selat (Taiwan).”
“Orang Taiwan pragmatis, kami telah menyambut banyak delegasi Kongres ke Taiwan selama bertahun-tahun, dan teman-teman yang saling mengunjungi melekat dalam budaya dan keramahan kami,” katanya.
Tanpa menyebut China, Tsai menekankan bahwa latihan militer adalah “tanggapan yang tidak perlu.”
“Taiwan selalu terbuka untuk dialog konstruktif dan kami akan bekerja dengan para pemangku kepentingan untuk mewujudkan stabilitas dan perdamaian di kawasan ini,” tambahnya.