Dunia

Kepala YTB: Jerman tak anggap serius kejadian Ozil

Eren menganggap apa yang terjadi kepada Ozil telah menghancurkan harapan komunitas Turki dan komunitas Muslim untuk diterima di Eropa

Nazli Yuzbasioglu  | 27.07.2018 - Update : 27.07.2018
Kepala YTB: Jerman tak anggap serius kejadian Ozil Pesepakbola Mesut Ozil. (Gökhan Balci - Anadolu Agency)

Ankara

Nazli Yuzbasioglu

ANKARA

Kepala Direktorat untuk Masyarakat Turki di Luar Negeri dan Komunitas Kerabat (YTB) Abdullah Eren menyampaikan penilaiannya tentang keluarnya Mesut Ozil dari tim sepakbola nasional Jerman akibat tekanan dan diskriminasi ras.

Eren menilai media, birokrasi dan badan politik Jerman tidak belajar dari proses pengadilan kasus National Socialist Underground (NSU) yang juga disebut-sebut sebagai kasus terbesar abad ini di Jerman.

"Kejadian yang menimpa Ozil ini adalah wacana rasisme yang baru dan berbahaya," kata Eren. "Pemerintah Jerman tidak menganggapnya serius."

Eren menuturkan bahwa sementara pemerintah Turki menunggu niat baik dari pemerintah Jerman dan bahkan warga Jerman pun menunjukan dukungan mereka kepada Mesut Ozil, pemerintah Jerman malah memilih untuk menuang minyak tanah dalam api.

"Multikulturalisme dan rasa hormat terhadap identitas kelompok migran di Jerman ternyata berada jauh di bawah ekspektasi masyarakat hingga bisa membuat figur panutan yang sukses seperti Mesut Ozil untuk mempertanyakan keberadaannya di timnas," tukas Eren.

Eren menganggap apa yang terjadi kepada Ozil telah menghancurkan harapan komunitas Turki dan komunitas Muslim, terutama para muda-mudi untuk diterima di Eropa.

Para migran akan semakin sulit untuk menunjukkan bakat dan potensi mereka karena seiring dengan popularitas, mereka akan semakin banyak mendapat perlakuan diskriminatif, lanjut dia

Eren menilai hal ini akan semakin memperkecil kemungkinan para migran untuk dapat berguna bagi masyarakat di Jerman.

Eren juga menyesalkan media Jerman yang tidak mengubah sikap mereka pasca hengkangnya Ozil dari timnas. Dia menganggap Jerman memang berniat untuk membiarkan rasisme dan xenophobia berkembang di negara mereka.

“Sikap dan seruan-seruan keras dan diskriminatif di negara-negara Eropa terutama di Jerman harus dihentikan. Sebagai gantinya mereka harus mengembangkan sikap yang membawa perdamaian, persatuan serta merangkul semua pihak,” ujar Eren.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın