Türkİye, Dunia

Kenya beli 118 kendaraan militer canggih dari Turki

Negara Afrika Timur itu membeli kendaraan pengangkut personel lapis baja mutakhir dengan harga hampir USD70 juta

Muhammad Abdullah Azzam  | 27.01.2021 - Update : 27.01.2021
Kenya beli 118 kendaraan militer canggih dari Turki Kendaraan lapis baja Turki (Foto file - Anadolu Agency)

Nayrobi

Tufan Aktaş

NAIROBI, Kenya 

Departemen Pertahanan Kenya menyetujui pembelian 118 kendaraan militer canggih dari Turki dengan harga hampir USD70 juta, kata pejabat militer Kenya.

Juru bicara Militer Kenya Zipporah Kioko mengatakan kepada harian Kenya Star bahwa mereka ingin meningkatkan kemampuannya dalam perang melawan militan al-Shabaab dari Somalia, sehingga mereka butuh membeli 118 kendaraan militer pengangkut personel lapis baja berkinerja tinggi (APC).

Harian tersebut menulis bahwa biaya 118 kendaraan itu kira-kira 7,7 miliar shilling Kenya (hanmpir USD70juta).

Kioko menambahkan bahwa dari tiga perusahaan yang telah mengajukan permohonan untuk memasok Kenya dengan APC, hanya perusahaan Turki Katmerciler yang memenuhi semua persyaratan yang diperlukan, mengalahkan dua pesaing lain dari Afrika Selatan dan Amerika Utara.

Dipromosikan oleh Presiden Recep Tayyip Erdoğan di Pelabuhan Teknologi Tinggi ketiga dalam pameran MUSIAD pada November 2016, kendaraan tempur lapis baja beroda “Hizir” menarik perhatian dunia pertahanan karena paling kuat dan tenaga mesin tertinggi di kelasnya.

Sepenuhnya produksi lokal Turki, Hizir memberikan perlindungan tinggi terhadap ranjau dan bahan peledak buatan, diperkuat secara balistik, memiliki kemampuan manuver yang tinggi, konfigurasi 4x4, dan menghasilkan output 400 tenaga kuda.

Kendaraan itu dikembangkan sesuai dengan standar NATO dan berhasil melewati semua uji ledakan.

Militan al-Shabaab yang berafiliasi dengan al-Qaeda yang berbasis di Somalia kerap menyerang petugas keamanan yang berpatroli di perbatasan Kenya-Somalia.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın