Alyssa McMurtry
MADRID
Presiden Catalonia Carles Puigdemont tidak mendeklarasikan perpisahaan wilayah Catalonia dari Spanyol, seperti yang diperkirakan pengamat.
Dalam pidatonya pada Selasa, Puigdemont mengatakan dia tetap mendukung kemerdekaan Catalonia namun deklarasi bisa menunggu "beberapa minggu" sembari diadakan dialog dan mediasi.
"Saya mendapatkan mandat dari penduduk Catalonia yang menginginkan kemerdekaan dengan dibuatnya republik baru," kata Puigdemont di hadapan parlemen Catalonia. "Kami akan menunggu sebelum mendeklarasikan kemerdekaan karena masih ingin mengadakan dialog dan mediasi dengan negara Spanyol."
Dia juga mengatakan pentingnya bekerja sama dengan Spanyol karena kemajuan Catalonia hanya bisa dicapai melalui demokrasi dan kedamaian.
Pidato yang direncanakan Puigdemont tertunda selama satu jam. Juru bicara pemerintahan Catalonia Joan Maria Pique mengatakan kepada Anadolu Agency pemimpin Catalonia itu menunda pengumumannya karena adanya upaya "mediasi internasional".
Pidato yang disampaikan Puigdemont datang menyusul permohonan dari Eropa dan komunitas internasional yang mengimbau dialog dan kompromis antara Catalonia dan pemerintahan Spanyol.
Presiden Dewan Eropa Donald Tusk menulis di Twitternya, "Saya minta Puigdemont tidak mengambil keputusan yang menutup kemungkinan berdialog. Mari kita cari jalan untuk kembali bersatu."
Referendum kontroversial
Ribuan pendukung separatis berkumpul di luar gedung parlemen Catalonia selama pidato Puigdemont. Namun banyak yang kecewa atas tidak adanya deklarasi kemerdekaan yang ditunggu-tunggu.
Pidato Puigdemont ini datang sepekan setelah pemerintah Catalonia mengadakan referendum kontroversial diwarnai kekerasan dan bentrokan dengan polisi. Spanyol mengatakan pemilu itu ilegal dan tidak sah.
Walaupun hanya 43 persen penduduk Catalonia memberikan suara, 90 persen memilih pembentukan Republik Catalonia yang independen. Hasil tersebut disusul pengumuman dari pemerintah Catalonia yang mengatakan mereka memiliki hak untuk merdeka.
"Pemerintah Spanyol menjunjung demokrasi," kata Wakil Perdana Menteri Soraya Saenz de Santamaria satu jam sebelum rencana pidato Puigdemont. Di samping itu, pemerintah Spanyol mengatakan mereka tidak akan bernegosiasi dengan pihak separatis yang tidak mematuhi hukum.