Rıskı Ramadhan
19 Juni 2018•Update: 20 Juni 2018
Cem Genco, Muhammed Misto
HATAY, Turki
Kegiatan patroli tentara Turki di Manbij memberikan harapan kepada penduduk setempat untuk dapat kembali ke rumah, kata seorang penduduk dari kota di timur laut Suriah itu.
Ibrahim Alhaji sebelumnya bertugas sebagai wakil sekretaris di Kementerian Kehakiman Suriah, dia juga pernah menjadi hakim dan jaksa di Manbij selama 12 tahun. Dia berlindung di Turki sejak Daesh menduduki Manbij.
"Pasukan Turki yang berpatroli di Manbij akan memberikan kontribusi positif kepada orang-orang di kawasan itu," kata Alhaji kepada Anadolu Agency, Selasa.
Alhaji dan enam anaknya berlindung di Reyhanli di provinsi Hatay, selatan Turki selama lima tahun terakhir.
"Keamanan adalah masalah utama di Manbij. Organisasi teroris YPG di Manbij sama dengan tentara rezim Suriah. Hanya busana mereka yang berbeda," kata Alhaji.
“Sebagian besar penduduk Manbij adalah orang Arab. Tidak ada perbedaan antara kami dan Turki. Budaya dan agama kami adalah sama. Kami menjalani hidup kami dalam damai dan aman di Turki.
"Jika situasi menjadi aman di Manbij, orang-orang yang melarikan diri dari tanah asal akibat penindasan organisasi teroris YPG dan kelompok teroris Daesh akan kembali ke rumah mereka.
"Daesh mengeksekusi enam kerabat saya di Manbij, 10 kerabat saya yang lain dibunuh oleh rezim di berbagai lokasi di Suriah," kata dia.
Tentara Turki pada Senin mengumumkan dimulainya patroli di Manbij oleh pasukan kedua negara sejalan dengan peta jalan yang disetujui untuk mengusir teroris dan menstabilkan daerah itu.
Angkatan Bersenjata Turki dalam sebuah cuitan di twitter mengatakan patroli dilakukan di wilayah antara Manbij dan daerah yang dibebaskan Operasi Perisai Eufrat Turki.
Peta jalan pertama kali diumumkan setelah pertemuan antara Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo di Washington pada 3 Juni lalu.
Kesepakatan itu berfokus pada penarikan kelompok teror YPG yang berafiliasi dengan PKK dari Manbij dan stabilitas di kawasan itu.
Orang Arab mendominasi lebih dari 90 persen populasi Manbij.