Politik, Dunia

Kazakhstan tanggapi penangkapan etnis Kazakh oleh China

Juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan mereka bekerja sama dengan mitra-mitra China

Rhany Chairunissa Rufinaldo  | 22.01.2019 - Update : 22.01.2019
Kazakhstan tanggapi penangkapan etnis Kazakh oleh China Ilustrasi. Bendera Kazakhstan. (Foto file - Anadolu Agency)

Ankara

Aliia Raimbekova

ASTANA, Kazakhstan

Kazakhstan pada Senin menanggapi dugaan penangkapan etnis Kazakh oleh otoritas China, mendesak Beijing untuk bersikap adil dalam perlakuannya.

"Kami meminta pihak China untuk selalu bertindak sesuai dengan hukum, secara objektif dan dan adil," kata Aybek Smadiyarov, juru bicara Kementerian Luar Negeri Kazakhstan, dalam konferensi pers untuk menanggapi klaim bahwa sejumlah warga Kazakh menjadi tahanan rumah di provinsi Xinjiang, China.

Smadiyarov menyatakan bahwa situasinya sudah terkendali, menambahkan bahwa mereka bekerja sama erat dengan mitra-mitra China.

Dia mencatat bahwa ada lebih dari 1,5 juta orang Kazakh tinggal di China dan mempunyai perwakilan di lembaga-lembaga pemerintah, unit keamanan, ilmu pengetahuan dan perdagangan.

Warga Kazakh yang tinggal di wilayah Xinjiang tidak dapat pergi ke luar negeri karena pemerintah setempat tidak menerbitkan paspor atau dokumen resmi lainnya untu mereka.

Pemerintah China meningkatkan tekanannya terhadap warga Kazakh dalam perang melawan gerakan kemerdekaan Turkestan Timur, yang dimulai pada 1997 untuk mencapai kemerdekaan Daerah Otonomi Uyghur.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.