Maria Elisa Hospita
11 Mei 2020•Update: 11 Mei 2020
Mustafa Melih Ahishali
ISTANBUL
Korban tewas akibat virus korona di Iran naik menjadi 6.685 jiwa pada Senin, setelah 45 kematian baru dilaporkan selama 24 jam terakhir.
Menurut Departemen Kesehatan Iran, 1.683 orang juga dinyatakan positif Covid-19, sehingga jumlah kasus di negara itu mencapai 109.286.
Sebanyak 87.442 pasien sudah dinyatakan pulih dan dipulangkan dari rumah sakit sejauh ini.
Sementara itu, 2.703 pasien berada dalam kondisi kritis.
Iran adalah salah satu negara di Timur Tengah yang paling terdampak pandemi ini.
Covid-19 pertama kali terdeteksi di Kota Qom pada 19 Februari dan kemudian menyebar ke seluruh negeri.
Pemerintah kemudian memutuskan untuk memberlakukan karantina wilayah, termasuk meliburkan sekolah dan melarang aktivitas publik.
Sejak 11 April, pihak berwenang secara bertahap mengizinkan bisnis "berisiko rendah" untuk beroperasi.
Kemudian, sekolah-sekolah juga akan dibuka kembali mulai 16 Mei.
Virus korona, yang secara resmi dikenal sebagai Covid-19, telah menyebar ke setidaknya 187 negara dan wilayah.
Pandemi itu telah merenggut hampir 283.000 nyawa dari 4,11 juta kasus yang dikonfirmasi di seluruh dunia.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Johns Hopkins University di Amerika Serikay, sekitar 1,4 juta pasien sudah dinyatakan pulih.
*Ditulis oleh Zehra Nur Duz