Muhammad Abdullah Azzam
09 Desember 2020•Update: 10 Desember 2020
Mucahit Aydemir
TRIPOLI
Sebuah kapal Turki yang mengangkut obat-obatan ke pelabuhan Misrata di Libya pada Selasa ditahan pasukan Jenderal Khalifa Haftar.
Pasukan Haftar menahan kapal tersebut dan 17 awak kapal, termasuk sembilan warga Turki, mengklaim bahwa mereka tidak mematuhi instruksi.
Ahmed Al-Mismari, juru bicara pasukan Haftar, mengatakan di akun media sosialnya bahwa kapal kargo berbendera Jamaika Mebruka, yang pemiliknya seorang Turki, ditangkap oleh milisi Haftar.
Milisi tersebut mengklaim kapal itu memasuki daerah terlarang dan tidak menanggapi seruan dan mundur ke pelabuhan Ras al-Hilal.
Al-Mismari menambahkan bahwa kapal itu "digeledah dan diperiksa karena melanggar aturan dan hukum maritim".
Dia pun mengatakan kepada saluran televisi Al-Hadath bahwa kapal tersebut sarat dengan obat-obatan untuk dibawa ke Misrata namun memasuki kawasan terlarang.
Mengklaim bahwa mereka telah menelepon kapal itu tetapi tidak menerima tanggapan, Mismari mengatakan pasukannya mendekati kapal dengan perahu dan menaikinya.
Kapten tidak mengikuti prosedur dan kapal memasuki area terlarang tanpa izin, kata Al-Mismari, menambahkan bahwa tidak ada senjata di dalam kapal.
Menurut informasi yang diperoleh Anadolu Agency, kondisi awak kapal dalam kondisi baik.
Sumber mengatakan prosedur telah diterapkan pada kapal lain di wilayah tersebut tetapi tidak ada kapal yang disita dan diperkirakan akan ada hukuman karena memasuki wilayah yang salah.
Libya dilanda perang saudara sejak penggulingan almarhum penguasa Muammar Gaddafi pada 2011.
Pemerintah Kesepakatan Nasional didirikan pada tahun 2015 di bawah perjanjian yang dipimpin PBB, tetapi upaya penyelesaian politik jangka panjang telah gagal karena serangan militer oleh Haftar.
Pemerintahan Al-Sarraj, yang juga didukung oleh Turki, diakui oleh PBB sebagai otoritas sah Libya.
Tripoli telah memerangi milisi Haftar sejak April 2019 dalam konflik yang telah merenggut ribuan nyawa.