Ayhan Şimşek
27 Agustus 2021•Update: 27 Agustus 2021
BERLIN
Kanselir Jerman Angela Merkel mengutuk keras serangan yang menargetkan warga sipil Afghanistan di luar Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul pada Kamis.
Merkel mengatakan pada konferensi pers di Berlin bahwa otoritas Jerman menganggap serangan itu dilancarkan oleh beberapa pelaku bom bunuh diri.
“Para teroris menyerang orang-orang yang menunggu di gerbang bandara, warga sipil berharap dievakuasi untuk mendapatkan kebebasan dan keamanan mereka. Ini adalah serangan yang benar-benar keji,” ujar dia.
Merkel berjanji bahwa Jerman akan terus membantu staf lokal Afghanistan, serta anggota keluarga mereka yang belum dapat meninggalkan negara itu.
“Kementerian luar negeri, utusan kami [Markus] Potzel melakukan dialog dengan Taliban. Kami akan mengoordinasikan langkah selanjutnya dengan mitra internasional kami,” jelas dia.
Militer Jerman pada Kamis menyetop penerbangan evakuasi dari bandara Kabul, karena situasi keamanan yang memburuk di Kabul dan tenggat waktu yang diberikan AS pada 31 Agustus untuk penarikan pasukan asing.
Semua tentara, polisi, dan diplomat Jerman yang tersisa akan pergi dengan pesawat militer, kata Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer kepada wartawan di Berlin.
- Dialog dengan Taliban
Potzel saat ini sedang dalam pembicaraan dengan Taliban di Qatar untuk meyakinkan kelompok itu agar mengizinkan pengangkutan sipil via udara dalam beberapa minggu mendatang.
Jerman telah mengevakuasi hampir 5.200 orang dari Afghanistan sejak Taliban mengambil alih Kabul, tetapi ribuan warga Afghanistan yang bekerja untuk militer Jerman, badan-badan pembangunan dan lembaga-lembaga lain masih berusaha melarikan diri dari negara itu.
Pemerintah Merkel dikritik publik karena gagal mengantisipasi pengambilalihan cepat Afghanistan oleh Taliban, dan mengabaikan peringatan berulang-ulang sebelumnya untuk mengevakuasi ribuan staf lokal Afghanistan, anggota keluarga mereka, serta aktivis hak-hak perempuan dan politisi yang memiliki hubungan dekat dengan negara itu.