Fatma Esma
04 Agustus 2023•Update: 08 Agustus 2023
DAKAR, Senegal
Militer Niger yang baru-baru ini melakukan kudeta mengancam akan menyerang negara anggota Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (ECOWAS) jika blok Afrika Barat itu melakukan intervensi militer ke negaranya.
Amadou Abdramane, juru bicara Dewan Nasional untuk Perlindungan Negara, membuat pernyataan tersebut saat membacakan deklarasi di televisi negara yang mengumumkan penarikan duta besar negara di Paris, Abuja, Lome dan Washington.
"Setiap agresi atau upaya agresi terhadap Negara Niger akan mendapat tanggapan segera dan tanpa pemberitahuan dari Pasukan Pertahanan dan Keamanan Niger kepada salah satu anggota (blok)," kata dia.
Pernyataan ancaman ini datang dengan "pengecualian negara-negara sahabat yang ditangguhkan," tambah dia, bermaksud menyebut Guinea, Mali, dan Burkina Faso.
Nigeria adalah ketua ECOWAS saat ini dan telah bersumpah akan memberikan tanggapan tegas terhadap kudeta di Niger.
Menyerukan masyarakat untuk berhati-hati dengan tentara dan agen negara asing, Abdramane mendesak masyarakat Niger untuk memberi tahu pejabat tentang tindakan yang mencurigakan.
Semua kerja sama dan protokol militer telah diakhiri dengan Prancis, kata pernyataan dari junta.
Pada Rabu, AS memerintahkan evakuasi semua pegawai pemerintah non-darurat dari kedutaannya di Niger di tengah kekhawatiran akan meningkatnya konflik.
Negara-negara Eropa, termasuk Prancis, telah mengevakuasi warganya.
Pada 26 Juli, Presiden Mohamed Bazoum ditahan oleh anggota Pengawal Presiden, dan malam itu, militer mengumumkan bahwa mereka telah merebut kekuasaan.
Jenderal Abdourahamane Tchiani, komandan pengawal presiden Niger, menyatakan dirinya sebagai kepala pemerintahan transisi dua hari setelah menggulingkan Bazoum.
ECOWAS mengeluarkan tenggat waktu satu minggu kepada junta Niger pada Minggu untuk mengembalikan kekuasaan kepada presiden terpilih dan membebaskan Bazoum, yang terpilih secara demokratis pada 2021.
Blok Afrika Barat telah mengancam akan menggunakan kekuatan, dan para kepala pertahanannya telah bertemu di Nigeria untuk membahas hal ini.