Nani Afrida
17 Agustus 2018•Update: 17 Agustus 2018
Osama al-Ghassani
YERUSALEM
Istri Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, Sara, mewawancarai kandidat untuk jabatan penasihat militer untuk suaminya, kata mantan Menteri Pertahanan Moshe Yaalon pada Jumat.
Yaalon membuat tuduhan tersebut dalam sebuah wawancara dengan Channel 2 berbahasa Ibrani Israel, yang direncanakan akan disiarkan secara lengkap pada Jumat malam.
"Kementerian Pertahanan mengirim kandidat untuk menempati pos [penasehat militer] ke kantor perdana menteri untuk diwawancarai oleh Netanyahu ... tetapi mereka terkejut ketika menemukan bahwa wawancara akan dilakukan oleh Sara," kata Yaalon dalam wawancara (berdasarkan kutipan yang telah disiarkan).
Menurut Yaalon, Kepala Staf Angkatan Darat Israel Gadi Eizenkot telah menyatakan kemarahannya setelah mengetahui bahwa istri PM sedang mewawancarai kandidat untuk jabatan tersebut.
Dalam dua tahun terakhir, Netanyahu dan istrinya telah diinterogasi oleh otoritas peradilan pada beberapa kesempatan di tengah berbagai tuduhan korupsi.
Pada bulan Juni, Sara didakwa melakukan penipuan karena diduga menggunakan dana publik untuk membayar makanan restoran yang mahal.
Pada bulan Februari, polisi Israel merekomendasikan Netanyahu didakwa melakukan korupsi, berdasarkan bukti yang cukup untuk secara resmi mendakwanya dalam dua kasus korupsi yang terpisah.
Kasus pertama melibatkan produser Hollywood Israel Arnon Milchan, yang diduga diminta membeli barang-barang mewah untuk Netanyahu dan istrinya.
Yang kedua berkaitan dengan dugaan kesepakatan untuk liputan media yang disukai dengan Arnon Mozes, penerbit harian berbahasa Ibrani terkemuka Yedioth Ahronoth.