Shenny Fierdha Chumaira
01 Juni 2018•Update: 02 Juni 2018
Ismail Ozdemir
ISTANBUL
Puluhan orang berbaris dan berjalan di Istanbul pada Kamis untuk menyuarakan dukungan mereka untuk Palestina dengan menyerukan slogan: "Yerusalem adalah ibu kota Muslim".
Yayasan Bantuan Kemanusiaan (IHH) yang berkantor di Istanbul mengorganisir aksi ini pada peringatan delapan tahun insiden Mavi Marmara yang terkenal.
Pada 31 Mei 2010, komando Israel membunuh sepuluh orang aktivis Turki di konvoy Kapal Mavi Marmara yang bertolak menuju Gaza untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan.
Slogan seperti "Kutuk Israel", "Israel pembunuh, keluar dari Palestina", "[Insiden] Mavi Marmara adalah kebanggan kami", dan "Masjid Al Aqsa tidak sendiri" juga diserukan dalam aksi.
Partisipan juga membawa bendera raksasa Palestina sambil berbaris menuju Sekolah Galatasaray yang terkenal di Jalan Istiklal di distrik Taksim.
Merespon massa, Presiden IHH Bulent Yildirim mengatakan: "Gaza adalah pembela Masjid Al Aqsa, Gaza adalah penjaga Yerusalem. Perjuangan ini akan terus berlanjut sampai Yerusalem bebas."
Terkait Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan tentara Israle yang dicap sebagai "pembunuh", dia mendesak tentara Turki untuk membalas dendam terhadap Israel.
Ketegangan memuncak di wilayah Palestina sejak akhir Desember ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Pada 14 Mei, AS merelokasi kedutaannya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem, mengundang kecaman dari Arab dan negara Muslim serta memanaskan suasana di wilayah Palestina.
Sejak 30 Maret, setidaknya 118 warga Palestina tewas--dan ribuan lainnya terluka--akibat tembakan senjata pasukan Israel di sebelah timur Jalur Gaza.