Michael Hernandez
WASHINGTON
AS mengumumkan pada Kamis bahwa negara itu akan mengenakan tarif sweeping pada impor baja dan alumunium yang datang dari Uni Eropa, Kanada, dan Meksiko setelah pemerintahan Trunp gagal mengamankan konsesi dari mitra perdagangan dekatnya.
Sekretaris Perdagangan Wilbur Ross mengatakan kepada media dalam sebuah panggilan konferensi bahwa AS akan mulai menginstitusikan tarif alumunium sebesar sepuluh persen untuk impor dan 25 persen tarif pada logam mulai Jumat.
Kanada, Meksiko, dan EU awalnya telah diberikan pembebasan sementara terkait penalti impor setelah Presiden Donald Trump mengumumkannya pada Maret. Pembebasan itu akan berakhir pada akhir pekan.
Pembebasan itu dibuat untuk mendapatkan keuntungan ekonomi untuk AS, tapi Ross mengatakan bahwa tidak ada kemajuan yang cukup untuk menjamin perpanjangan.
Kantor Putih kemudian mengatakan bahwa dialog akan terus berlangsung seiring penalti yang dikenakan kepada sekutu terdekat AS.
Dalam wawancara dengan jaringan televisi CNBC, Ross berusaha mengecilkan dampak dari bea masuk, dan mengatakan: "Kalau pasar, sampai terkejut, pasar harus menyesuaikan diri. Tapi pasar menyesuaikan diri dengan fakta."
Namun di luar pasar, penalti ekonomi kemungkinan akan mengusik hubungan dengan beberapa sekutu terdekat AS, beberapa di antaranya sudah menghadapi kemungkinan sanksi AS karena berupaya menerima kesepakatan antara AS dan negara-negara lain dengan Iran tapi Trump menarik AS keluar meski ditentang oleh Eropa.
Ketika Trump awalnya membuat keputusan untuk menginstitusikan tarif baja dan alumunium, dia melakukan hal itu dengan dalih keamanan nasional. Tapi alasan ini ditolak oleh mitra keamanan terdekat AS di Eropa dan Kanada.
Kanada mengenakan bea
Kanada cepat merespon dengan mengenakan bea pada CAD 16,6 miliar produk yang diimpor dari AS serta mengecam aksi AS sebagai hal yang " sangat tidak bisa diterima".
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan bahwa alasan keamanan nasional yang digunakan Trump untuk menetapkan bea ini adalah "tidak bisa dipercaya".
Perdana Menteri Luar Negeri Chrystia Freeland yang berdiri di belakang Trudeau dalam konferensi pers di Ottawa mengatakan bahwa Kanada akan melakukan "tindakan balasan" dollar-untuk-dollar terhadap impor AS dengan tarif yang berkisar antara sepuluh sampai 25 persen untuk sejumlah produk mulai 1 Juli. Produk yang dimaksud akan mencakup baja dan alumunium--Kanada adalah penyedia terbesar kedua jenis logam itu untuk pasar AS--termasuk barang-barang remeh seperti kartu bermain dan pulpen felt.
"Ini merupakan aksi perdagangan terkuat yang diambil Kanada dalam era pascaperang. Ini adalah respon yang sangat kuat, sangat resiprokal. Ini adalah aksi Kanada yang sangat kuat sebagai wujud respon terhadap keputusan AS yang sangat buruk," jelas Freeland kepada media.
Daftar lengkapnya akan dimuat secara daring dan warga Kanada punya waktu 15 hari untu memelajari dan membuat perubahan. Freeland mengstakan bahwa Kanada telah mengambil tindakan besar ini untuk memastikan bahwa produk AS yang akan dikenakan tarif bakal disediakan oleh negara-negara lain sehingga harga barang untuk warga Kanada tidak akan naik.
Menurut Kantor Perwakilan Perdagangan AS, Kanada adalah mitra perdagangan terbesar kedua AS pada 2017, dengan perdagangan dua arah sebesar USD 582,4 miliar, sedikit di belakang Cina.
AS tidak memproduksi cukuo baja dan alumunium untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri untuk membuat pesawat terbang sampai kaleng bir. Pada 2017, Kanada menyediakan USD 7,2 miliar alumunium dan USD 4,3 miliar logam untuk AS.
Di seberang Samudera Atlantik, Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker bersumpah bahwa negara-negara blok akan merespon tindakan tersebut dan mengatakan bahwa tindakan itu tidak sesuai dengan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
'Hari buruk' untuk berdagang
"Ini adalah proteksionisme, sederhana saja," kata Juncker. "Ini adalah hari buruk untuk perdagangan dunia.
"AS tidak memberikan kita pilihan selain tetap lanjut dengan kasus WTO dan pengenaan bea tambahan pada sejumlah barang impor AS."
Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire memperingatkan bahwa UE tidak punya pilihan selain "memasuki perang dagang" dengan Washington terkait masalah ini.
"Teman AS kami harus mengetahui bahwa jika mereka hendak mengambil tindakan agresif terhadap Eropa, Eropa tidak akan tinggal diam," dia memperingatkan.
Parlemen Eropa juga mengutuk reaksi AS, meminta UE untuk merespon "segera dengan tindakan yang tegas tapi sesuai".
"Saya sangat kecewa dengan keputusan AS yang mengenakan bea untuk impor baja dan alumunium dari Eropa. Tindakan unilateral dan tidak adil ini akan mencederai pekerja, industri, dan konsumen di kedua sisi Atlantik," kata Kepala EP Antonio Tajani dalam pernyataannya.
Jerman juga mengecam keputusan Trump dan berpendapat bahwa tarif itu "ilegal" dan tidak bisa dibenarkan dengan masalah "keamanan nasional".
"Tindakan ini memiliki resiko spiral eskalasi, yang akan membahayakan semua orang," ucap juru bicara Kanselor Angela Merkel, Steffen Seibert.
Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengungkapkan bahwa negara anggota UE akan membalas dengan respon bersama yang tegas.
"Respon kami terhadap 'Amerika duluan' hanya berupa: 'Persatuan Eropa'," kata dia dalam rilis pers.
* Barry Ellsworth berkontribusi untuk berita ini dari Kanada, Ayhan Simsek berkontribusi untuk berita ini dari Jermab, Burcu Arik berkontribusi untuk berita ini dari Turki
news_share_descriptionsubscription_contact

