Muhammad Nazarudin Latief
28 Januari 2019•Update: 28 Januari 2019
Sibel Ugurlu
YERUSALEM
Israel pada hari Minggu mengakui pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido sebagai pejabat presiden negara Amerika Selatan itu.
"Israel bergabung dengan Amerika Serikat, Kanada, sebagian besar negara di Amerika Latin dan negara-negara di Eropa dalam mengakui kepemimpinan baru di Venezuela," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah tweet.
Venezuela telah diguncang oleh protes sejak 10 Januari ketika Presiden Nicolas Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua menyusul boikot pemilihan oleh oposisi.
Pada hari Rabu, Guaido, pemimpin Majelis Nasional Venezuela yang dipimpin oposisi, menyatakan dirinya sebagai presiden.
Presiden A.S. Donald Trump mengakui Guaido sebagai presiden negara tersebut.
Maduro dengan cepat membalas, memutuskan hubungan diplomatik dengan Washington dan memberikan waktu 72 jam kepada para diplomat A.S. untuk meninggalkan negara itu.
Dia telah berulang kali mengecam di A.S., mengatakan Washington mengobarkan perang ekonomi terhadapnya dan pemerintahnya di tengah kampanye sanksi.
Brasil dan Organisasi Negara-negara Amerika mengakui Guaido sebagai pemimpin Venezuela sebelum pengumuman resminya.
Argentina, Kanada, Chili, Kolombia, Kosta Rika, Ekuador, Guatemala, Panama, dan Paraguay mengikutinya sementara Bolivia dan Meksiko terus mengakui Maduro.
Beberapa negara Amerika Selatan, Rusia, Turki, Cina dan Iran juga telah menyatakan solidaritas dengan Maduro.
Inggris, Jerman, Prancis dan Spanyol - mengambil sikap yang sama terhadap presiden terpilih Venezuela dan meminta Maduro untuk mengumumkan pemilihan baru dalam delapan hari ke depan untuk meredakan krisis politik saat ini di negara Amerika Selatan.