Mohammed Hamood Ali Al Ragawi
17 Juni 2022•Update: 17 Juni 2022
TEHERAN, Iran
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian pada Kamis mengungkapkan putaran terakhir pembicaraan antara negaranya dan musuh bebuyutan di regional Arab Saudi berlangsung "positif."
Dalam percakapan telepon dengan Menlu Irak Fuad Hussain, Amir-Abdollahian mengatakan Teheran menyambut baik hasil pembicaraan Iran-Saudi di Baghdad, menurut kantor berita semi-resmi Iran, Mehr.
Menlu Iran mengatakan Irak ingin melanjutkan upayanya untuk memfasilitasi pembicaraan antara kedua negara saingan regional untuk membantu kedua pihak memulihkan hubungan mereka.
Sejak 2021, Baghdad telah menjadi tuan rumah pertemuan antara Riyadh dan Teheran untuk mengakhiri keretakan diplomatik mereka dan mencapai pemahaman tentang konflik di Yaman dan masalah nuklir Iran.
Iran dan Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik pada Januari 2016 menyusul serangan terhadap Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran setelah ulama Syiah Nimr al-Nimr dieksekusi oleh otoritas Saudi.
Hubungan antara kedua rival semakin memburuk setelah Iran pada September 2016 menuduh Riyadh dengan sengaja menyebabkan kematian sekitar 400 peziarah Iran pada 2015 di kota suci Muslim Mekah.
Kedua belah pihak sejak itu terlibat dalam persaingan regional yang kuat, sering kali saling menuduh mengobarkan perang proksi untuk pengaruh regional.