Dunia

Iran minta semua pihak di Armenia menahan diri

'Iran terus memantau perkembangan terbaru di Armenia,' kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran

Maria Elisa Hospita   | 26.02.2021
Iran minta semua pihak di Armenia menahan diri Seseorang menonton televisi yang menyiarkan Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan berjalan dengan para pendukungnya di Yerevan, Armenia, setelah militer Armenia menyerukan pengunduran dirinya, pada 25 Februari 2021 di Moskow, Rusia. Onik Gasparyan, kepala Staf Umum tentara Armenia, bersama dengan komandan senior lainnya mengeluarkan pernyataan agar Pashinyan mundur. Pashinyan mengecam seruan militer sebagai upaya kudeta, dan mendesak para pendukungnya turun ke jalan untuk melawan. Pashinyan kemudian mengumumkan pemecatan kepala Staf Umum di Facebook. (Sefa Karacan - Anadolu Agency)

Ankara

Muhammet Kursun

TEHERAN

Iran pada Kamis mendesak semua pihak di Armenia menahan diri dan menghindari tindakan kekerasan.

Seruan itu disampaikan setelah militer Armenia menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri Nikol Pashinyan.

"Iran terus memantau perkembangan terbaru di Armenia," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh.

Pada Kamis, Onik Gasparyan, panglima Angkatan Bersenjata Armenia, bersama dengan komandan senior lainnya, merilis pernyataan yang mendesak Pashinyan mundur.

Pashinyan mengecam permintaan itu dan menyebutnya sebagai upaya kudeta.

PM Armenia juga mendesak para pendukungnya untuk turun ke jalan-jalan menentang upaya kudeta.

Turki, sementara itu, mengutuk keras upaya kudeta di Armenia.

"Kami mengutuk semua upaya kudeta, termasuk kudeta militer, di mana pun di seluruh dunia," kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu saat konferensi pers di Hongaria, Kamis.

* Ditulis oleh Zehra Nur Duz

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın