Chandni
23 Februari 2018•Update: 23 Februari 2018
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Inggris telah menerima lebih dari 10.000 pengungsi Suriah, menurut data pemerintah yang dirilis pada Kamis.
Dengan itu, Inggris kini telah menepati setengah dari janji mereka mengenai pengungsi Suriah setelah menerima tepatnya 10.538 warga dari negara yang menghadapi perang saudara itu, menurut data keimigrasian Kementerian Dalam Negeri.
Pemerintah Inggris sebelumnya menjamin mereka siap menerima 20.000 warga Suriah dengan program Skema Transmigrasi Penduduk Rentan (VPRS).
Pada 2015, pemerintah Inggris menerima kritikan setelah mengatakan akan menerima sekitar 4.000 pengungsi di tengah sentimen iba untuk para pengungsi setelah muncul foto bocah berusia tiga tahun, Aylan Kurdi, yang tewas dalam perjalanan keluarganya ke daratan Eropa.
"Foto-foto itu menyentuh hati kami dan langkah yang harus dilakukan Inggris sekarang adalah memenuhi kewajiban moral dengan mengulurkan bantuan kepada pengungsi," kata mantan perdana menteri Inggris David Cameron pada 2015 lalu.
Pada Kamis, Menteri Dalam Negeri Inggris Amber Rudd mengatakan "merasa bangga" karena sudah setengah jalan menunaikan komitmen itu.
"Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak dan kami melihat mereka tiba setiap bulan, siap membangun ulang hidup mereka dengan aman," kata Rudd.
Sejak perang sipil merebak di Suriah pada Maret 2011, PBB melansir lebih dari 250.000 orang tewas. Lembaga Syrian Center for Policy Research mengatakan jumlah korban sebenarnya jauh lebih besar, diperkirakan melebihi 470.000 orang.
Perang sipil di Suriah dimulai ketika rezim Bashar al-Assad mulai menindak keras demonstrasi pro-demokrasi. Ratusan ribu warga sipil menjadi korban konflik itu yang melibatkan pasukan koalisi menyerang oposisi. Jutaan lainnya terpaksa melarikan diri dan mengungsi.