Rhany Chairunissa Rufinaldo
20 September 2018•Update: 21 September 2018
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Inggris secara resmi mengucapkan terima kasih kepada Turki pada Rabu karena telah dengan sigap menanggapi krisis pengungsi Suriah dan menjaga keamanan regional.
Sikap itu ditunjukkan saat kunjungan Menteri Inggris untuk Timur Tengah Alistair Burt ke Turki.
"Turki adalah teman lama yang penting bagi Inggris, saya senang dapat menyampaikan rasa terima kasih Inggris kepada mitra kami di pemerintah Turki untuk peran mereka di garis depan dalam menanggulangi krisis pengungsi Suriah," kata Burt dalam sebuah pernyataan di situs web pemerintah Inggris.
Burt, yang mengunjungi Gaziantep, Istanbul dan Ankara, bertemu dengan perwakilan pemerintah Turki untuk membahas upaya pencegahan bencana kemanusiaan di provinsi Idlib Suriah.
"Kami ikut terdorong oleh perjanjian minggu ini antara Turki dan Rusia untuk menghindari serangan militer oleh rezim Suriah dan sekutunya," kata Burt.
"Perjanjian ini, jika dilaksanakan sesuai dengan hukum humaniter internasional, akan membantu menghindari bencana kemanusiaan," tambahnya.
Burt bertemu dengan Ibrahim Kalin, penasihat utama Presiden Recep Tayyip Erdogan, dan Wakil Menteri Dalam Negeri Ismail Çatakli, kata pernyataan itu.
"Dia berterima kasih kepada pemerintah Turki karena peran pentingnya dalam mendukung lebih dari 3,5 juta warga Suriah yang terlantar akibat konflik dan membahas cara-cara agar Inggris dan Turki dapat terus bekerja bersama-sama," tambahnya.
Burt juga bertemu dengan sejumlah anggota White Helmets, kelompok pertahanan sipil pemenang Hadiah Nobel Perdamaian yang bekerja tanpa lelah untuk melindungi kehidupan warga sipil yang terperangkap dalam konflik, menurut pernyataan itu.
"Selama kunjungan itu, saya mendapat hak istimewa untuk bertemu dengan para anggota White Helmets, kami berterima kasih kepada mereka atas layanan, keberanian, dan pengorbanan mereka yang telah menyelamatkan lebih dari 115.000 warga Suriah," katanya.
"Mereka harus dapat melanjutkan pekerjaan penting mereka tanpa menjadi sasaran rezim Assad."
Burt mengatakan dia juga sangat terkesan oleh karya inovatif Sistem Hala, "sebuah inisiatif bantuan didanai Inggris yang dapat memberikan warga Suriah keselamatan menjelang serangan udara yang telah menghasilkan penurunan 27 persen dalam jumlah korban di daerah-daerah dengan serangan berat,” tambahnya.
Sistem Hala memberikan peringatan dini serangan udara yang masuk melalui WhatsApp dan media sosial.