Devina Halim
06 Juli 2021•Update: 07 Juli 2021
JAKARTA
Indonesia meminta Rusia mendukung implementasi konsensus lima poin yang disepakati para pemimpin negara ASEAN terkait krisis di Myanmar pascakudeta militer.
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menyampaikan hal tersebut saat bertemu dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov di Jakarta, Selasa.
Dalam pertemuan tersebut, Menlu Retno kembali menekankan pentingnya menindaklanjuti konsensus lima poin.
Adapun isi konsensus antara lain menyerukan penghentian kekerasan di Myanmar, membentuk utusan khusus ASEAN, serta menyediakan bantuan kemanusiaan ke Myanmar.
“Untuk itu diperlukan komitmen militer Myanmar untuk bekerja sama dengan negara anggota ASEAN lainnya dalam menindaklanjuti konsensus lima poin tersebut,” kata Retno dalam konferensi pers daring, Selasa.
Dalam kesempatan yang sama, Menlu Sergey menegaskan Rusia sangat mendukung konsensus lima poin tersebut.
Menurut Sergey, pihaknya juga mempromosikan posisi ASEAN tersebut kepada pimpinan militer Myanmar.
“(Posisi ASEAN) yang menurut pandangan kami harus dianggap sebagai basis untuk menyelesaikan krisis ini agar situasi kembali normal,” ungkap Sergey dalam konferensi pers yang sama.
Sebelumnya, pada Juni, pemimpin Junta Myanmar Min Aung Hlaing mengunjungi Moskow untuk menghadiri konferensi keamanan internasional.
Min Aung Hlaing juga bertemu dengan Ketua Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev, di mana keduanya berkomitmen untuk lebih memperkuat kerja sama bilateral.
Adapun Rusia merupakan sekutu serta pemasok senjata utama bagi militer Myanmar.
—Kerja sama dan rencana kunjungan kepala negara
Dalam pertemuan itu, kedua menlu juga membahas mengenai kerja sama di bidang pendidikan, kesehatan, serta keamanan.
Menlu Retno dan Menlu Sergey sepakat untuk meningkatkan perdagangan yang saling menguntungkan.
Di bidang kesehatan, Indonesia dan Rusia sedang merampungkan MoU dalam rangka memperkuat kerja sama, termasuk di dalamnya perihal rencana produksi vaksin secara bersama-sama.
Kedua menteri juga membahas persiapan rencana kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Indonesia di waktu yang tepat.
“Kami berharap dalam kunjungan Presiden Putin, kedua negara dapat menandatangani Perjanjian Kemitraan Strategis antara Indonesia dan Rusia,” ucap Retno.